Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Ace Hasan: Green Democracy Perkaya Wawasan Calon Pemimpin Nasional di Lemhannas

Laporan: Halim Dzul
Senin, 02 November 2026 | 21:39 WIB
Iustrasi Raja Media Network - RMN -
Iustrasi Raja Media Network - RMN -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Dr. Tb. Ace Hasan Syadzily, menerima Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Bachtiar Najamudin, yang memberikan kuliah umum mengenai konsep Green Democracy kepada peserta Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan LXX Lemhannas RI, Senin (2/11/2026).
 

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Gajah Mada, Lemhannas RI, Jakarta. Kuliah umum ini menjadi bagian dari pengayaan wawasan peserta pendidikan kepemimpinan nasional mengenai perkembangan demokrasi, pembangunan berkelanjutan, dan tantangan kebangsaan.
 

Ace Hasan menyambut positif gagasan Green Democracy yang disampaikan Sultan. Menurutnya, konsep tersebut menarik untuk memperluas perspektif para calon pemimpin nasional dalam memahami dan meningkatkan kualitas demokrasi Indonesia.

“Konsep Green Democracy yang dikenalkan Ketua DPD RI ini menarik untuk disampaikan dalam memperkaya wawasan dan pengetahuan calon pemimpin nasional untuk meningkatkan kualitas demokrasi kita,” ujar Ace Hasan.
 

Demokrasi Tidak Hanya Bicara Politik
 

Gagasan Green Democracy menawarkan cara pandang bahwa demokrasi tidak cukup dimaknai sebatas proses politik, pemilihan umum, dan keterwakilan rakyat. Demokrasi juga perlu memperhatikan dampak kebijakan terhadap kehidupan sosial, ekonomi, serta kelestarian lingkungan.
 

Dalam berbagai kesempatan, Sultan menjelaskan bahwa konsep tersebut berupaya menyeimbangkan pembangunan politik dengan keberlanjutan sosial, ekonomi, dan ekologi.
 

Sultan menegaskan, keberhasilan pembangunan tidak semestinya hanya diukur melalui angka pertumbuhan ekonomi, besarnya investasi, atau pembangunan infrastruktur.

“Keberhasilan pembangunan tidak cukup dinilai dari angka pertumbuhan, besarnya investasi, atau jumlah infrastruktur yang dibangun. Kita juga harus mengukur agar manfaatnya menjangkau masyarakat secara adil, memperkuat kapasitas daerah, dan tetap menjaga sumber daya yang dibutuhkan generasi berikutnya,” ujar Sultan dalam pemaparannya di Lemhannas, sebagaimana dikutip Liputan.co.id.
 

Tujuh Pilar Green Democracy
 

Dalam pengembangan gagasannya, Sultan memperkenalkan pendekatan GREEN 7 yang terdiri atas tujuh pilar, yaitu Green Governance, Green Representation, Green Environment, Green Economy, Green Nation Building, Green Human Capital, dan Green Future.
 

Ketujuh pilar tersebut mencakup tata kelola pemerintahan, keterwakilan rakyat dan daerah, perlindungan lingkungan, pembangunan ekonomi, pembangunan bangsa, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta tanggung jawab terhadap masa depan generasi berikutnya.
 

Melalui pendekatan ini, demokrasi diharapkan mampu mendorong kebijakan publik yang lebih akuntabel, pemerataan pembangunan, dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.
 

Sultan juga mengingatkan bahwa pembangunan saat ini tidak boleh meninggalkan beban ekologis bagi generasi mendatang. Karena itu, pertumbuhan ekonomi perlu berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan keadilan sosial.
 

Bekal Perspektif bagi Calon Pemimpin Nasional
 

Penyampaian gagasan Green Democracy di hadapan peserta P4N LXX menjadi ruang pertukaran pemikiran antara pimpinan lembaga negara dan para calon pemimpin nasional.
 

Bagi Lemhannas, pengayaan perspektif tersebut penting dalam mempersiapkan pemimpin yang mampu memahami persoalan bangsa secara komprehensif, termasuk hubungan antara demokrasi, pembangunan, ketahanan nasional, dan keberlanjutan lingkungan.
 

Gagasan yang disampaikan Sultan diharapkan dapat memperluas pemahaman peserta bahwa kualitas demokrasi juga tercermin dari kemampuan negara menghadirkan keadilan, kesejahteraan, pemerataan pembangunan, serta menjaga sumber daya untuk masa depan.
 

Melalui kuliah umum ini, Lemhannas turut memperkaya diskursus mengenai arah demokrasi Indonesia agar semakin responsif terhadap tantangan zaman dan kepentingan generasi mendatang.
 

RAJA MEDIA — Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: