Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

KDMP Harus Jadi Penopang Ekonomi Desa, Bukan Ancaman bagi UMKM

Laporan: Firman
Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:04 WIB
Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah, Bambang Setiaji - Foto: Dok. Muhammadiyah/RMN -
Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah, Bambang Setiaji - Foto: Dok. Muhammadiyah/RMN -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) diharapkan menjadi penggerak kemandirian ekonomi desa, bukan justru menjadi pesaing bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Koperasi yang dibangun pemerintah itu perlu diarahkan pada kegiatan ekonomi strategis yang melengkapi usaha masyarakat, bukan mengambil pasar yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka.
 

Peringatan tersebut disampaikan Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Bambang Setiaji, dalam materi kuliahnya yang diunggah melalui akun media sosial pribadinya, Rabu (28/10/2026).
 

Sebagai guru besar bidang ekonomi, Bambang mendukung upaya pemerintah mendorong kemandirian ekonomi rakyat. Namun, ia mengingatkan agar kebijakan ekonomi yang dijalankan tidak menciptakan persaingan yang justru merugikan UMKM.
 

KDMP Harus Melengkapi, Bukan Menyaingi UMKM
 

Bambang menilai, keberadaan KDMP yang telah dibangun perlu diarahkan agar memberikan manfaat nyata bagi perekonomian masyarakat desa. Koperasi tersebut diharapkan menjadi mitra penggerak ekonomi rakyat, bukan mengambil alih ruang usaha yang selama ini menjadi tumpuan pelaku UMKM.
 

Ia mengingatkan bahwa banyak pengusaha swasta masih menghadapi kesulitan memperoleh akses permodalan. Salah satu persoalannya adalah belum meratanya pembiayaan yang disediakan oleh perbankan besar.
 

Di sisi lain, pelaku UMKM juga menghadapi tekanan akibat melemahnya daya beli masyarakat. Dalam kondisi tersebut, kehadiran KDMP berpotensi menambah tantangan apabila menjalankan usaha yang sama dengan pedagang kecil di sekitarnya.
 

“Koperasi Desa Merah Putih jangan menjual hal yang sama dengan UMKM. Kalau Koperasi Desa Merah Putih menjual hal yang sama, UMKM akan mati,” kata Bambang.
 

Arahkan KDMP ke Produk Pemerintah
 

Untuk menghindari persaingan langsung, Bambang menyarankan agar KDMP berperan sebagai bagian dari rantai distribusi produk pemerintah dan menjalankan kegiatan ekonomi yang memiliki nilai strategis.
 

Salah satu contohnya adalah menjual beras yang dipasok Perum Bulog. Dengan pola tersebut, koperasi dapat membantu penyaluran komoditas strategis sekaligus memberikan akses bagi masyarakat desa untuk memperoleh kebutuhan pokok.
 

Selain distribusi pangan, KDMP juga diharapkan menyediakan akses pinjaman dengan biaya yang lebih terjangkau. Langkah ini dinilai dapat membantu masyarakat menghindari praktik rentenir atau pinjaman berbunga tinggi yang memberatkan warga desa.
 

Dengan fokus pada bidang yang belum terlayani secara optimal, KDMP berpeluang menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi tanpa harus berhadapan langsung dengan usaha kecil yang sudah tumbuh di masyarakat.
 

UMKM Butuh Modal dan Pasar, Bukan Pesaing Baru
 

Persoalan permodalan dan daya beli menjadi tantangan yang perlu diperhatikan dalam pengembangan ekonomi rakyat. Ketika pelaku UMKM kesulitan memperoleh modal dan menghadapi penurunan permintaan, persaingan dengan koperasi yang mendapat dukungan program pemerintah dapat menambah tekanan terhadap usaha mereka.
 

Karena itu, desain usaha KDMP perlu mempertimbangkan kondisi ekonomi desa dan keberadaan pelaku usaha yang telah lebih dahulu beroperasi.
 

Koperasi dapat diarahkan untuk memperkuat rantai pasok, memperluas akses terhadap komoditas strategis, serta menyediakan layanan pembiayaan yang belum mudah dijangkau masyarakat. Sementara itu, UMKM tetap diberi ruang untuk mengembangkan usaha, menciptakan lapangan kerja, dan memenuhi kebutuhan pasar lokal.
 

Pendekatan tersebut penting agar program pemberdayaan ekonomi tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling melengkapi dalam membangun ekosistem usaha yang sehat.
 

Koperasi Harus Menguatkan Ekonomi Desa
 

Bambang berharap KDMP benar-benar berorientasi pada penguatan ekonomi masyarakat desa. Koperasi tidak semestinya hanya berfokus pada aktivitas jual beli barang yang sudah banyak diperdagangkan UMKM, tetapi perlu mengambil peran dalam kegiatan ekonomi strategis yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
 

Penentuan jenis usaha, pola distribusi, dan layanan pembiayaan menjadi faktor penting agar keberadaan KDMP dapat memberikan manfaat tanpa mengorbankan usaha kecil.
 

Pada akhirnya, keberhasilan KDMP tidak cukup diukur dari jumlah koperasi yang dibangun atau kegiatan usaha yang dijalankan. Dampaknya terhadap pendapatan warga, akses pembiayaan, distribusi kebutuhan pokok, dan keberlangsungan UMKM juga perlu menjadi perhatian.
 

KDMP diharapkan menjadi penguat ekonomi desa, bukan pesaing baru bagi usaha rakyat. Koperasi dan UMKM semestinya tumbuh berdampingan agar kemandirian ekonomi masyarakat dapat terwujud secara berkelanjutan.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: