Viktor Laiskodat: Kemiskinan NTT Bukan karena Miskin SDA, Tapi Salah Kelola Energi
RAJAMEDIA.CO - Jakarta, Legislator – Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI Viktor Bungtilu Laiskodat menegaskan, kemiskinan di Nusa Tenggara Timur (NTT) bukan disebabkan ketiadaan sumber daya alam (SDA). Menurutnya, akar persoalan justru terletak pada pengelolaan potensi energi dan infrastruktur yang belum optimal.
“NTT bukan daerah miskin sumber daya. Yang belum maksimal adalah pengelolaannya,” tegas Viktor dikutip dari x Partai NasDem, Kamis (6/2/2026).
Ketergantungan Kayu Bakar Jadi Alarm
Viktor menyoroti persoalan energi yang hingga kini masih menjadi tantangan utama di NTT. Ketergantungan masyarakat pada kayu bakar dan minyak tanah dinilainya sebagai indikator bahwa transformasi energi belum berjalan.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut jika NTT ingin keluar dari jerat kemiskinan struktural.
“Kalau masyarakat masih mengandalkan kayu bakar, itu artinya akses energi modern belum merata. Ini harus menjadi perhatian serius,” ujarnya.
Ia menilai akses energi bukan sekadar kebutuhan rumah tangga, tetapi fondasi pertumbuhan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.
Dorong Gas Bumi Masuk NTT
Sebagai solusi, Viktor mendorong pemanfaatan gas bumi sebagai alternatif energi yang lebih efisien dan berkelanjutan di wilayah timur Indonesia.
Ia berharap peran Perusahaan Gas Negara (PGN) dan Pertamina dapat diperkuat untuk memperluas jaringan distribusi energi di NTT.
Menurutnya, kehadiran infrastruktur gas bumi akan menurunkan biaya energi masyarakat, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar tradisional, serta mendorong tumbuhnya sektor usaha kecil dan industri lokal.
Energi sebagai Kunci Keluar dari Kemiskinan
Viktor menekankan, pengentasan kemiskinan tak bisa hanya mengandalkan bantuan sosial. Dibutuhkan transformasi struktural—dimulai dari penyediaan energi modern yang terjangkau dan berkelanjutan.
Baginya, jika energi tersedia, infrastruktur terbangun, dan investasi masuk, maka potensi NTT akan berkembang dengan sendirinya.
“Energi adalah pintu masuk kemajuan. Kalau ini dibenahi, NTT bisa bangkit,” pungkasnya.
Bagi Viktor, masa depan NTT bukan soal belas kasihan. Ini soal keberanian mengelola potensi yang selama ini terpendam.![]()
Daerah 3 hari yang lalu
Parlemen | 6 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Dunia | 6 hari yang lalu
Keamanan | 5 hari yang lalu
Hukum | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Politik | 6 hari yang lalu
Info Haji | 6 hari yang lalu
Parlemen | 5 hari yang lalu
