Update Gempa NTT: 111 Orang Meninggal, Pengungsi Capai 192.303 Jiwa
RAJAMEDIA.CO — NTT — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 111 orang meninggal dunia akibat gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga hari ke-15 penanganan, Sabtu (29/8/2026), belum ada penambahan korban meninggal.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan proses pencarian dan penanganan terus dilakukan.
“Untuk hari ini, sama dengan hari kemarin, tidak ada penambahan orang yang meninggal kita temukan. Kita tetap berdoa mengharapkan untuk tidak ada lagi korban-korban yang lain ditemukan,” kata Berton dalam konferensi pers daring, Sabtu (29/8/2026).
9.278 Gempa Susulan Masih Terjadi
Berton mengungkapkan aktivitas gempa susulan masih terjadi setelah gempa utama magnitudo 7,7 mengguncang NTT pada Sabtu (15/8/2026).
Berdasarkan catatan BMKG, hingga saat ini telah terjadi 9.278 gempa susulan, dengan magnitudo terbesar mencapai 6,2.
Aktivitas tersebut menjadi perhatian dalam proses penanganan bencana sekaligus pemulihan masyarakat terdampak.
Pengungsi Bertambah Jadi 192.303 Orang
Di tengah penanganan, jumlah pengungsi justru mengalami peningkatan setelah BNPB melakukan pembaruan dan validasi data di Kabupaten Ngada.
Sebanyak 16.394 orang ditambahkan dalam pendataan sehingga total pengungsi kini mencapai 192.303 orang.
Berton menjelaskan perubahan tersebut terjadi karena data sebelumnya belum sepenuhnya mutakhir dan valid.
“Selama ini data-data yang hadir kepada kami itu kurang update, kurang valid, sehingga dilakukan validasi. Sehingga kita lihat di Ngada yang tadinya hanya 3.259 orang, sekarang menjadi 21.552 orang pengungsi,” ujarnya.
3.627 KK Sudah Dipulangkan
Sementara itu, sebanyak 3.627 kepala keluarga (KK) telah dipulangkan dari pengungsian terpusat di GOR Samador, Sikka.
Dengan berkurangnya jumlah pengungsi di lokasi tersebut, pos lapangan untuk penanganan pengungsi mandiri dan dapur umum akan dipindahkan ke Pulau Palue.
Keluarga yang rumahnya tidak mengalami kerusakan akibat gempa telah diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing.
Penanganan Bergeser ke Pulau Palue
BNPB selanjutnya akan lebih memfokuskan penanganan pengungsi menuju Pulau Palue sesuai dengan perkembangan kebutuhan di lapangan.
Perubahan lokasi penanganan dilakukan berdasarkan hasil pendataan dan kondisi masyarakat terdampak.
Langkah tersebut diharapkan membuat distribusi bantuan serta pelayanan terhadap pengungsi menjadi lebih tepat sasaran.
BNPB Kirim 1.916 Ton Logistik
Selain menangani pengungsi, BNPB terus mendistribusikan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak gempa NTT.
Hingga Sabtu (29/8/2026), total bantuan logistik yang telah dikirim mencapai 1.916 ton.
Bantuan didistribusikan melalui sejumlah jalur dan lokasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.
BNPB memastikan kebutuhan bantuan terus dipantau berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan.
Penanganan dan Pemulihan Terus Berjalan
Dengan masih terjadinya gempa susulan, proses penanganan bencana di NTT tetap dilakukan secara bertahap.
BNPB terus melakukan pemutakhiran data korban dan pengungsi, pemulangan warga yang memungkinkan kembali ke rumah, serta memastikan bantuan logistik menjangkau masyarakat yang masih membutuhkan.
111 korban meninggal menjadi catatan duka di tengah bencana NTT. Sementara 192.303 pengungsi masih membutuhkan penanganan, bantuan, dan kepastian pemulihan.
RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.![]()
Pendidikan | 6 hari yang lalu
Info Haji | 5 hari yang lalu
Ekbis | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Opini | 4 hari yang lalu
Daerah | 4 hari yang lalu
Politik | 1 hari yang lalu
Politik | 4 hari yang lalu
Parlemen | 4 hari yang lalu



