Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

UMKM & Pariwisata Tasikmalaya Bangkit! DPR Dorong KA Jalur Selatan Berhenti di Rajapolah

Laporan: Halim Dzul
Jumat, 06 Februari 2026 | 20:02 WIB
Wakil Ketua DPR RI Bidang Industri dan Pembangunan Saan Mustopa aat melakukan kunker ke Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (6/2/2025) - Humas DPR RI -
Wakil Ketua DPR RI Bidang Industri dan Pembangunan Saan Mustopa aat melakukan kunker ke Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (6/2/2025) - Humas DPR RI -

RAJAMEDIA.CO - Tasikmalaya, Kunker -  Wakil Ketua DPR RI Bidang Industri dan Pembangunan Saan Mustopa mendorong agar kereta api jalur selatan dapat berhenti di Stasiun Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Dorongan tersebut disampaikan Saan saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (6/2/2025).
 

Dalam kunjungan itu, Saan melakukan pertemuan bersama Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, serta jajaran Direksi PT Kereta Api Indonesia (KAI). Pertemuan tersebut membahas peningkatan pelayanan transportasi kereta api bagi masyarakat Tasikmalaya dan wilayah sekitarnya.
 

“Kajian ini kami dorong agar Stasiun Rajapolah bisa menjadi titik pemberhentian kereta api jalur selatan. Stasiun ini sangat strategis karena berdekatan dengan Kabupaten Garut dan Kabupaten Ciamis, sehingga akses transportasi lintas daerah bisa jauh lebih mudah,” ujar Saan.

Rajapolah Dinilai Punya Nilai Historis dan Ekonomi
 

Saan menilai, Rajapolah bukan sekadar titik transportasi, melainkan kawasan dengan nilai historis yang kuat sebagai sentra UMKM dan ekonomi kreatif, khususnya kerajinan dan produk lokal Tasikmalaya.
 

“Rajapolah ini punya sejarah panjang sebagai pusat UMKM. Kalau akses transportasinya diperkuat, saya yakin denyut ekonomi kreatif dan usaha masyarakat bisa kembali hidup dan berkembang,” tegasnya.

Menurut Saan, kehadiran kereta api yang berhenti di Rajapolah akan membuka ruang distribusi yang lebih luas bagi produk UMKM sekaligus meningkatkan mobilitas masyarakat.
 

Dukung Pariwisata dan Ekonomi Daerah
 

Selain UMKM, Saan juga menyoroti besarnya potensi pariwisata Tasikmalaya yang selama ini belum tergarap optimal akibat keterbatasan akses transportasi massal.
 

“Tasikmalaya punya kekayaan alam dan destinasi wisata yang luar biasa. Dukungan moda transportasi yang memadai, khususnya kereta api, akan menjadi pengungkit pertumbuhan pariwisata dan ekonomi daerah,” ungkapnya.

Ia menegaskan, penguatan transportasi publik harus menjadi bagian dari strategi pembangunan wilayah, bukan sekadar proyek infrastruktur semata.
 

Target Uji Coba Ramadan, Kurangi Kepadatan Mudik
 

Saan mendorong Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perkeretaapian serta PT KAI agar segera melakukan uji coba pemberhentian kereta api di Stasiun Rajapolah.
 

“Kami berharap uji coba ini bisa dilakukan pada bulan Ramadan tahun ini. Syukur-syukur menjelang Lebaran sudah bisa beroperasi, minimal untuk kereta yang memungkinkan menaikkan dan menurunkan penumpang,” katanya.
 

Langkah tersebut dinilai strategis untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat menjelang arus mudik Lebaran.
 

Pemkab Tasikmalaya Sambut Positif
 

Sementara itu, Bupati Tasikmalaya menyambut baik rencana tersebut dan berharap dapat segera direalisasikan. Ia menilai, beroperasinya kereta api di Stasiun Rajapolah akan memberikan dampak signifikan bagi kelancaran transportasi dan keselamatan pemudik.
 

“Kalau ini bisa berjalan saat Ramadan dan Lebaran, tentu sangat membantu mengurangi kepadatan kendaraan roda empat di jalur darat,” ujar Bupati.
 

Pemerintah daerah berharap sinergi antara DPR RI, pemerintah pusat, dan PT KAI dapat segera diwujudkan agar Stasiun Rajapolah kembali menjadi simpul penting transportasi dan pertumbuhan ekonomi di wilayah selatan Jawa Barat.rajamedia

Komentar: