Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Bahlil: Demokrasi Jangan Kebablasan, Golkar Dorong Reformulasi Sistem Pemilu!

Laporan: Firman
Jumat, 06 Februari 2026 | 18:41 WIB
Ketum Golkar Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers di acara Training of Trainers (ToT) Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Jakarta, Jumat (6/2/2026). - Foto: Dok. RRI -
Ketum Golkar Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers di acara Training of Trainers (ToT) Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Jakarta, Jumat (6/2/2026). - Foto: Dok. RRI -

RAJAMEDIA.CO - Jakrta, Polkam - Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa demokrasi Indonesia harus berlandaskan Pancasila dan konstitusi negara sebagai pedoman utama kehidupan berbangsa dan bernegara. Golkar, kata dia, mendorong reformulasi sistem pemilihan agar kualitas demokrasi nasional tetap terjaga dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia.
 

Penegasan itu disampaikan Bahlil saat membuka kegiatan Training of Trainers (ToT) Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Jakarta, Jumat (6/2/2026).
 

“Rata-rata proyek demokrasi yang terlalu banyak justru membuat arah demokrasi tidak teratur. Karena itu perlu ada penyesuaian bersama. Saya mengapresiasi Pak Mekeng dan seluruh pengurus MPR atas pelaksanaan kegiatan yang luar biasa ini,” ujar Bahlil.
 

Dorong Reformulasi Sistem Pemilihan
 

Bahlil menilai praktik demokrasi di Indonesia perlu kembali berpijak kuat pada ideologi Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Menurutnya, demokrasi tidak boleh berjalan tanpa arah hingga melenceng dari nilai konstitusional bangsa.
 

“Demokrasi kita harus kembali merujuk pada Pancasila sebagai ideologi dasar berbangsa dan bernegara. Golkar berjuang melakukan reformulasi sistem pemilihan agar demokrasi tetap sehat, berkeadilan, dan memberi manfaat nyata bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.
 

Ia menambahkan, reformulasi sistem pemilihan bukan untuk mengurangi demokrasi, melainkan menjaga kualitasnya agar tidak kebablasan dalam praktik politik.
 

Empat Pilar Jadi Fondasi Bangsa
 

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan merupakan acuan utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika harus dipahami dan diamalkan oleh seluruh elemen bangsa.
 

“Empat Pilar MPR adalah fondasi utama untuk membangun karakter bangsa yang berdaya saing global, namun tetap berkepribadian Indonesia yang kuat dan kokoh,” kata Lestari.
 

Ia menekankan pentingnya sosialisasi Empat Pilar secara berkelanjutan, terutama kepada generasi muda, di tengah derasnya arus globalisasi dan disrupsi teknologi.
 

Golkar Tegaskan Komitmen Jaga Persatuan
 

Lestari juga mendorong peserta Training of Trainers menjadi fasilitator yang mampu menularkan pemahaman Empat Pilar ke seluruh lapisan masyarakat.
 

Sementara itu, Bahlil menegaskan Golkar sebagai partai politik pendukung pemerintahan saat ini akan terus mengawal proses politik nasional agar tetap berjalan sesuai amanat konstitusi.
 

“Kami berharap seluruh elemen bangsa tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Empat Pilar MPR sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa,” pungkas Bahlil.rajamedia

Komentar: