Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Pertemuan Strategis Prabowo dan Ulama di Istana, Tegaskan Arah Politik Keumatan Nasional

Laporan: Firman
Selasa, 03 Februari 2026 | 22:01 WIB
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan strategis bersama pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, tokoh-tokoh agama, serta para kiai dan pimpinan pondok pesantren dari berbagai daerah. - Biro Setpres -
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan strategis bersama pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, tokoh-tokoh agama, serta para kiai dan pimpinan pondok pesantren dari berbagai daerah. - Biro Setpres -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya merawat kebersamaan dan memperkuat agenda keumatan nasional. Di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/2/2026), Presiden menggelar pertemuan strategis bersama pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, tokoh-tokoh agama, serta para kiai dan pimpinan pondok pesantren dari berbagai daerah.
 

Pertemuan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus dialog kebangsaan, tempat Presiden mendengar langsung aspirasi umat sekaligus menyampaikan arah besar kebijakan negara yang menyentuh isu-isu strategis keislaman, haji, hingga penguatan ekonomi umat.
 

Kampung Haji Indonesia di Tanah Suci
 

Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan, pertemuan ini merupakan yang ketiga kalinya Presiden Prabowo berdialog langsung dengan pimpinan ormas Islam sejak menjabat sebagai kepala negara.
 

Salah satu topik utama yang dibahas adalah rencana pembangunan kampung haji Indonesia di Arab Saudi, sebuah terobosan besar dalam sejarah penyelenggaraan ibadah haji nasional.
 

“Perkampungan haji ini perlu saya sampaikan, berkat keakraban Presiden kita dengan MBS (Muhammad bin Salman). Indonesia menjadi negara pertama yang diberikan kesempatan membeli properti di Makkah dan Madinah,” ujar Menag.
 

Menurut Nasaruddin, pemerintah Arab Saudi telah memberikan keputusan resmi yang memungkinkan warga negara asing memiliki properti berupa tanah dan hotel di kawasan suci tersebut—sebuah kebijakan yang belum pernah diberikan kepada negara lain.
 

Lahan 60 Hektare Dekat Masjidil Haram
 

Indonesia, lanjut Menag, telah memperoleh lahan yang sangat strategis untuk pembangunan kampung haji tersebut.
 

“Kita sudah mendapatkan lahan yang cukup luas, hampir sekitar 60 hektare, jaraknya antara 1 sampai 3 kilometer dari Kabah. Bahkan nanti akan ada terowongan yang menghubungkan Masjidil Haram dengan perkampungan Indonesia itu,” ungkapnya.
 

Proyek ini diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan kenyamanan, efisiensi, dan kemandirian layanan jemaah haji Indonesia.
 

Dana Umat Dikelola Profesional
 

Selain isu haji, pertemuan juga membahas penguatan Lembaga Pemberdayaan Dana Umat (LPDU) sebagai instrumen strategis dalam menopang ekonomi keumatan.
 

Menag menegaskan, pengelolaan dana umat ke depan akan diarahkan lebih profesional, transparan, dan berbasis manajemen modern.
 

“Nanti akan ada sentuhan manajemen dari para profesional, sehingga efisiensi dan efektivitas bisa ditingkatkan. Dana umat dihimpun untuk kemaslahatan umat itu sendiri,” jelasnya.
 

Presiden Buka Komunikasi Intensif dengan Ulama
 

Dalam suasana dialog yang hangat dan terbuka, Presiden Prabowo disebut sangat menikmati diskusi bersama para tokoh agama. Presiden bahkan menyetujui perlunya komunikasi intensif dan berkelanjutan antara pemerintah dan para pemuka agama.
 

“Bapak Presiden sangat terbuka. Diskusi tadi hidup, penuh gagasan. Beliau terlihat menikmati dialog dengan para kiai, ulama, dan pimpinan pondok pesantren,” tandas Menag.
 

Pertemuan ini menegaskan gaya kepemimpinan Presiden Prabowo yang menempatkan ulama dan pesantren sebagai mitra strategis negara dalam menjaga persatuan, stabilitas, dan arah pembangunan nasional berbasis nilai-nilai keumatan.rajamedia

Komentar: