Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Dari SMPN 70 Bandung, Wamen Fajar Serukan Perubahan Perilaku Hadapi Darurat Sampah

Laporan: Halim Dzul
Jumat, 06 Februari 2026 | 14:41 WIB
Wamendikdasmen)Fajar Riza Ul Haq meninjau aktivitas siswa SMPN 70 Bandung dalam kegiatan Gerakan Jumat Bersih, Jumat (6/2/2026) - Foto: David/RMN -
Wamendikdasmen)Fajar Riza Ul Haq meninjau aktivitas siswa SMPN 70 Bandung dalam kegiatan Gerakan Jumat Bersih, Jumat (6/2/2026) - Foto: David/RMN -

RAJAMEDIA.CO - Bandung — Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq meninjau langsung aktivitas siswa SMPN 70 Bandung dalam kegiatan Gerakan Jumat Bersih, Jumat (6/2/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan budaya bersih dan kepedulian lingkungan di tengah kondisi darurat sampah nasional.
 

Wamen Fajar menjelaskan, arahan Presiden Prabowo disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, yang dihadiri para menteri, wakil menteri, serta kepala daerah, termasuk Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Dalam forum tersebut, Presiden mengajak seluruh jajaran pemerintah pusat dan daerah menggalakkan Gerakan Indonesia ASRI sebagai respons konkret atas persoalan sampah yang kian mengkhawatirkan.
 

“Indonesia saat ini menghasilkan sekitar 142 ribu ton sampah per hari. Karena itu, perubahan harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari,” ujar Wamen Fajar.
 

Sekolah sebagai Ruang Strategis Pembentukan Karakter
 

Menurut Wamen Fajar, sekolah merupakan ruang strategis dalam pembentukan karakter generasi muda. Karena itu, Gerakan Jumat Bersih tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan harus menjadi pembiasaan yang dilakukan secara konsisten.

Ia menekankan, kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan sekolah sebelum peserta didik pulang merupakan cara sederhana namun efektif untuk menanamkan nilai tanggung jawab sosial dan kepedulian lingkungan sejak dini.
 

“Budaya bersih itu bukan soal slogan, tapi soal kebiasaan yang diulang setiap pekan,” tegasnya.
 

Penguatan UKS dan Lingkungan Sekolah Sehat
 

Dalam kunjungannya, Wamen Fajar juga menyinggung pentingnya penguatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) sebagai bagian dari ekosistem sekolah yang bersih dan sehat. Lingkungan sekolah yang terjaga kebersihannya menjadi prasyarat penting bagi kesehatan peserta didik sekaligus mendukung pelaksanaan UKS secara optimal.
 

Menurutnya, sekolah yang bersih akan melahirkan peserta didik yang sehat secara fisik dan mental, serta lebih siap dalam proses pembelajaran.
 

Bandung Dorong Program Pager Bersih
 

Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan bahwa Gerakan Jumat Bersih di Kota Bandung dikemas dalam program Pelajar Bergerak Bersih-bersih (Pager Bersih). Program ini diperkuat dengan sistem pengelolaan sampah kota, termasuk keberadaan Gaslah sebagai petugas pemilah sampah.

Ia berharap keterlibatan pelajar dapat memperkuat kesadaran kolektif masyarakat Kota Bandung dalam menjaga kebersihan lingkungan.
 

Bandung Didorong Jadi Pelopor Kota Resik
 

Menanggapi hal tersebut, Wamen Fajar berharap Kota Bandung dapat menjadi pelopor gerakan kebersihan berbasis sekolah. Dengan kolaborasi antara sekolah, pemerintah daerah, dan masyarakat, Bandung dinilai memiliki potensi besar menjadi kota yang resik dan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.
 

“Kolaborasi adalah kunci. Kalau sekolah bergerak, pemerintah daerah mendukung, dan masyarakat ikut terlibat, dampaknya akan sangat besar,” ujarnya.
 

Bagian dari Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
 

Wamen Fajar menegaskan, Gerakan Jumat Bersih merupakan bagian penting dari Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang digalakkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, khususnya dalam membangun sikap bermasyarakat dan tanggung jawab sosial.

Ia menambahkan, pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengandalkan teknologi, tetapi harus ditopang oleh budaya peduli lingkungan, salah satunya dengan membiasakan peserta didik memilah sampah sejak dini.
 

Ibda’ Binafsi, Mulai dari Diri Sendiri
 

Kegiatan ditutup dengan dialog bersama peserta didik. Dalam kesempatan tersebut, Wamen Fajar menekankan pentingnya prinsip ibda’ binafsi—memulai dari diri sendiri—sebagai kunci perubahan perilaku.
 

Usai dialog, Wamen Fajar memimpin langsung aksi Gerakan Jumat Bersih bersama siswa SMPN 70 Bandung, didampingi Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Direktur SMP Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, para Kepala UPT Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Jawa Barat, serta unsur Forkopimda Kota Bandung.rajamedia

Komentar: