Wamenkes Pastikan Virus Nipah Belum Masuk Indonesia, Bandara Diperketat!
RAJAMEDIA.CO - Jakarta, Waspada Virus Nipah – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus memastikan virus Nipah hingga kini belum masuk ke Indonesia. Pemerintah, kata dia, terus meningkatkan kewaspadaan dan berharap Tanah Air tetap aman dari ancaman virus mematikan tersebut.
“Tapi kita bersyukur sampai hari ini belum sampai Indonesia. Moga-moga jangan sampailah, karena bisa sangat mengganggu,” ujar Benjamin kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/2/2026).
Kasus Terjadi di India dan Thailand
Wamenkes menjelaskan bahwa virus Nipah saat ini dilaporkan menjangkiti sejumlah negara, di antaranya India dan Thailand. Pemerintah India, kata dia, mencatat dua kasus pada September 2025 dan langsung mengambil langkah cepat dengan melakukan lockdown di wilayah terdampak.
“India langsung memblok karena mereka menyadari virus Nipah ini sangat berbahaya. Sejak 1998 kasusnya belum sampai 1.000, jadi mereka sangat waspada,” ungkapnya.
Menurut Benjamin, langkah cepat pemerintah India menjadi contoh penting dalam mencegah penyebaran virus yang memiliki tingkat kematian tinggi.
Thailand Perketat Pengawasan di Bandara
Selain India, Thailand juga menjadi perhatian pemerintah Indonesia. Benjamin menilai pengawasan di bandara Thailand sangat ketat, terutama untuk mencegah penyebaran lintas negara.
“Kalau Thailand sangat kencang tuh di airport-nya. Jadi yang perlu diwaspadai itu memang pintu-pintu masuk, terutama bandara,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa virus Nipah tidak menyebar masif seperti COVID-19, namun memiliki daya infeksi yang tinggi jika terjadi penularan.
“Dia nggak seperti COVID, tapi kalau tertular sangat infeksius,” katanya.
Tingkat Kematian Tinggi, Masyarakat Diminta Waspada
Wamenkes mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap virus Nipah. Virus ini memiliki angka kematian yang tinggi, sehingga berbahaya jika tidak diantisipasi dengan cepat.
Gejala awal yang perlu diwaspadai antara lain demam, panas, dan sakit tenggorokan. Pada kondisi infeksi berat, virus dapat menyerang paru-paru dan menyebabkan pneumonia.
“Angka mortality-nya tinggi, angka kematiannya tinggi, jadi sangat membahayakan. Tapi di seluruh India baru dua orang dari 1,5 miliar penduduknya, jadi ya kita waspadalah,” ujar Benjamin.
Bandara di Indonesia Diperketat
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah memperketat pengawasan di seluruh pintu masuk internasional, khususnya bandara. Balai Karantina Kesehatan diminta memperkuat pemantauan terhadap penumpang datang dan pergi.
“Saya setiap ke airport di mana pun di Indonesia, saya selalu ke Balai Karantina Kesehatan. Di Bandara Soekarno-Hatta, di setiap terminal ada, baik kedatangan maupun keberangkatan. Jadi bagus, saya perhatikan,” kata Benjamin.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga Indonesia tetap aman dari ancaman virus Nipah melalui deteksi dini, pengawasan ketat, dan kesiapsiagaan nasional, tanpa menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.![]()
Hukum | 4 hari yang lalu
Politik | 6 hari yang lalu
Politik | 5 hari yang lalu
Hukum | 6 hari yang lalu
Daerah | 1 hari yang lalu
Ekbis | 6 hari yang lalu
Parlemen | 5 hari yang lalu
Hukum | 4 hari yang lalu
Parlemen | 5 hari yang lalu





