Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Tragedi Maut Argo Bromo vs KRL, Ribuan Perlintasan Sebidang Jadi Sorotan DPR

Laporan: Halim Dzul
Selasa, 28 April 2026 | 12:42 WIB
Ketua Komisi V DPR RI Lasarus - Humas DPR -
Ketua Komisi V DPR RI Lasarus - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta, Legislator - Komisi V DPR RI terus menyoroti kecelakaan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan rangkaian KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam (27/4/2026).
 

Insiden yang menewaskan tujuh orang itu disebut menjadi alarm keras buruknya penanganan perlintasan sebidang di Indonesia.
 

Lasarus: Ini Darurat Nasional
 

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mendesak pemerintah segera menuntaskan persoalan ribuan perlintasan sebidang yang selama ini rawan memicu kecelakaan.
 

Menurut politikus PDI Perjuangan itu, DPR sudah bertahun-tahun meminta PT KAI dan pemerintah menyelesaikan masalah klasik tersebut.
 

“Pemerintah perlu segera menyelesaikan darurat perlintasan sebidang di Indonesia,” tegas Lasarus di Jakarta, Selasa (28/4/2026).
 

Jalur Kereta Harus Steril
 

Lasarus menilai jalur kereta api seharusnya bersih dari hambatan dan tidak bercampur dengan lalu lintas umum.
 

Ia menyebut di banyak negara, jalur kereta dibuat steril demi menjamin keselamatan penumpang dan kelancaran perjalanan.
 

“Di seluruh dunia jalur kereta itu clear and clean, kecuali di Indonesia,” sindirnya.
 

Ribuan Titik Masih Bermasalah
 

Berdasarkan data PT Kereta Api Indonesia, pada 2024 terdapat 3.896 perlintasan sebidang di seluruh Indonesia.
 

Jumlah itu terdiri dari:
 

- 2.803 perlintasan terdaftar 

- 1.093 perlintasan tidak terdaftar 
 

Dari total tersebut:
 

- 1.832 titik telah dijaga 

- 971 titik belum dijaga 
 

Memasuki 2025, jumlahnya turun menjadi 3.703 titik, namun ratusan titik masih belum aman dan belum dijaga maksimal.
 

Jika Dibiarkan, Kecelakaan Akan Terulang
 

Lasarus mengingatkan, selama perlintasan sebidang tidak diselesaikan, potensi kecelakaan akan terus menghantui.
 

Menurutnya, tragedi Bekasi tidak boleh dianggap insiden biasa, tetapi momentum pembenahan total sistem keselamatan perkeretaapian nasional.
 

Korban Tewas 7 Orang, 81 Luka
 

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin menyampaikan korban meninggal dunia mencapai tujuh orang.
 

Sementara itu, 81 orang mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan intensif.
 

Diduga Berawal dari Taksi di Perlintasan
 

Informasi awal menyebut kecelakaan bermula saat sebuah taksi hijau tertabrak KRL di area perlintasan rel.
 

Setelah proses penanganan awal dilakukan, kecelakaan lanjutan terjadi ketika KRL jurusan Jakarta–Cikarang berhenti di Bekasi Timur.
 

Pada saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya menghantam rangkaian KRL tersebut.
 

DPR Minta Jangan Tunggu Korban Berikutnya
 

Komisi V DPR RI menegaskan, pembenahan perlintasan sebidang tak boleh lagi ditunda.
 

Pesannya keras: jangan tunggu korban berikutnya baru bertindak.rajamedia

Komentar: