Relokasi Warga Rel Dikebut! Ara Gandeng BUMN, Target Ribuan Hunian Meluncur
RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Pemerintah ngebut. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait langsung mengorkestrasi kekuatan BUMN dan lembaga strategis untuk satu misi: memindahkan warga bantaran rel ke hunian yang lebih layak—cepat, terukur, dan masif.
Rapat koordinasi digelar di Gedung BP BUMN, Jakarta Pusat, Rabu (1/4/2026). Hadir Kepala BP BUMN Dony Oskaria, Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari, Kepala BPS Amalia Adininggar, hingga para bos BUMN transportasi.
Ini bukan rapat biasa. Ini “ruang mesin” percepatan program relokasi nasional.
Dari Arahan Presiden ke Aksi Nyata
Langkah ini merupakan tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto yang ingin persoalan hunian warga bantaran rel ditangani cepat dan konkret.
Ara memastikan, seluruh pemangku kepentingan bergerak serempak.
“Dukungan dari BUMN luar biasa cepat. Ini sinyal kuat bahwa negara hadir,” tegasnya.
800 Unit Dikejar: Angkasa Pura & KAI Jadi Tumpuan
Pemerintah langsung memanfaatkan aset negara.
Lahan milik PT Angkasa Pura disiapkan untuk sekitar 300 unit hunian
Lahan PT Kereta Api Indonesia akan dibangun sekitar 500 unit
Target tahap awal: 15 Juni 2026 sudah mulai terlihat hasilnya.
CSR Swasta Dilibatkan, Lahan Baru Disisir
Tak hanya mengandalkan APBN, Ara membuka pintu lebar untuk sektor swasta.
Lewat skema CSR, pembangunan hunian akan diperluas ke titik-titik baru yang ditentukan oleh PT KAI.
“Kolaborasi jadi kunci. Kita nggak bisa kerja sendiri,” kata Ara.
BUMN Siap All Out: Aset Menganggur Disulap Jadi Hunian
Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menegaskan komitmen penuh. Aset-aset BUMN yang selama ini “tidur” kini akan diaktifkan untuk kepentingan rakyat.
“Kita sedang petakan semua aset potensial. Ini momentum optimalisasi,” ujarnya.
"Ini Government Preneurship, Kerja Cepat Tanpa Drama"
Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menyebut langkah ini sebagai contoh nyata “government preneurship”.
Respons cepat pemerintah dinilai berhasil menerjemahkan arahan Presiden menjadi program konkret hanya dalam hitungan hari.
“Baru seminggu dari arahan Presiden, ini sudah jalan. Luar biasa,” katanya.
Data Bicara: Jakarta Pusat Zona Kritis Hunian
Kepala BPS Amalia Adininggar mengingatkan pentingnya pendekatan berbasis data.
Jakarta Pusat disebut sebagai salah satu wilayah dengan backlog kepemilikan hunian tertinggi.
“Intervensi di sini sangat strategis dan harus tepat sasaran,” jelasnya.
3 Minggu Pemetaan, Rusun Jadi Andalan Kota Besar
Dalam tiga minggu ke depan, pemerintah bersama BUMN akan merampungkan pemetaan aset untuk pembangunan perumahan di kota-kota besar.
Fokus utamanya: hunian vertikal untuk masyarakat menengah tanggung—segmen yang selama ini sering “terjepit”.
Relokasi warga bantaran rel bukan sekadar proyek fisik. Ini ujian keberpihakan. Negara ditantang bukan hanya membangun rumah, tapi juga memindahkan harapan—dari pinggir rel ke hunian yang manusiawi.![]()
Pendidikan 4 hari yang lalu
Dunia | 3 hari yang lalu
Keamanan | 4 hari yang lalu
Ekbis | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Keamanan | 4 hari yang lalu
Hukum | 2 hari yang lalu
Hukum | 4 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Parlemen | 2 hari yang lalu