Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Puan Maharani Warning Keras! Keselamatan Pasukan TNI di Lebanon Tak Bisa Ditawar

Laporan: Halim Dzul
Selasa, 21 April 2026 | 15:07 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani bersama Pimpinan DPR RI lainnya saat memberikan keterangan pers - Humas DPR _
Ketua DPR RI Puan Maharani bersama Pimpinan DPR RI lainnya saat memberikan keterangan pers - Humas DPR _

RAJAMEDIA.CO - Jakarta, Legislator – Alarm bahaya dibunyikan dari Senayan. Ketua DPR RI Puan Maharani angkat suara tegas menyikapi meningkatnya eskalasi konflik di wilayah misi perdamaian dunia, khususnya di bawah bendera United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
 

Pesannya lugas dan tanpa kompromi: keselamatan prajurit Indonesia adalah harga mati.
 

Situasi Memanas, Risiko Nyata di Lapangan
 

Ketegangan di kawasan penugasan UNIFIL belakangan kian meningkat. Sejumlah insiden keamanan bahkan telah menelan korban dari berbagai negara, baik yang gugur maupun luka-luka.
 

Kondisi ini memicu kekhawatiran serius, termasuk bagi pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang berada di garis depan menjaga perdamaian dunia.
 

“Dengan situasi geopolitik seperti ini, kita harus memastikan keselamatan seluruh warga negara Indonesia di luar negeri, termasuk pasukan TNI yang bertugas,” tegas Puan usai Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (21/4/2026).
 

Evaluasi Total: Dari Logistik hingga Sistem Perlindungan
 

Tak ingin sekadar retorika, Puan mendesak evaluasi menyeluruh terhadap sistem penugasan pasukan.
 

Mulai dari kesiapan logistik, kelengkapan perlengkapan tempur dan non-tempur, hingga sistem perlindungan prajurit—semua harus diperiksa ulang.
 

Menurutnya, keberhasilan misi internasional tidak boleh dibayar dengan keselamatan prajurit.
 

“Pemerintah harus memastikan kesiapan logistik dan pasukan, serta mengevaluasi apakah sistem perlindungan yang ada sudah memadai,” ujarnya.
 

Koordinasi Jadi Kunci
 

Puan juga menyoroti pentingnya sinergi lintas lembaga dalam merespons dinamika konflik global yang semakin tak menentu.
 

Koordinasi antara pemerintah, militer, dan pemangku kepentingan lainnya dinilai krusial untuk menentukan langkah strategis ke depan—termasuk kemungkinan penyesuaian pola penugasan.
 

Misi Perdamaian, Tapi Nyawa Taruhannya
 

Di balik misi mulia menjaga perdamaian dunia, ada risiko nyata yang dihadapi prajurit setiap saat.
 

Peringatan dari Puan menjadi sinyal kuat: negara tidak boleh lengah.
 

Ketika konflik global makin tak terprediksi, satu hal tak boleh berubah—negara wajib hadir melindungi setiap prajuritnya, di mana pun mereka bertugas.rajamedia

Komentar: