Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Api Kartini Menyala di Trenggalek! Novita Hardini Ajak Perempuan Lawan Batas Zaman

Laporan: Halim Dzul
Selasa, 21 April 2026 | 10:17 WIB
Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini - Humas DPR -
Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO - Trenggalek, Legislator – Semangat Kartini tak sekadar dikenang, tapi dinyalakan! Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menggelorakan ajakan kuat kepada perempuan Indonesia untuk bangkit dan melawan berbagai tantangan zaman yang kian kompleks.
 

Seruan itu menggema dalam forum TGX Women Summit 2026 yang digelar di Gedung Bioskop NSC Trenggalek, bertepatan dengan momentum Hari Kartini.
 

Perempuan Harus Bangkit, Bukan Bertahan
 

Di hadapan peserta yang didominasi perempuan dan generasi muda, Novita menegaskan bahwa hingga 2026, berbagai hambatan terhadap perempuan masih nyata.
 

Namun ia menolak narasi pasif.
 

“Hingga hari ini, masih banyak barier yang tidak menguntungkan perempuan. Karena itu, kita harus menyalakan api perjuangan—yang positif, yang menguatkan,” tegasnya.
 

Pesannya jelas: perempuan tidak cukup hanya bertahan, tapi harus melompat lebih jauh.
 

Dari Wacana ke Aksi Nyata
 

Politisi dari PDI Perjuangan ini menyoroti pentingnya peran perempuan dalam menjaga ketahanan keluarga dan sosial.
 

Namun menurutnya, pemberdayaan tidak boleh berhenti di slogan.
 

Harus ada ruang nyata: ruang belajar, ruang berkarya, dan ruang tumbuh.
 

TGX Women Summit pun dirancang sebagai wadah kolaborasi lintas sektor—menghubungkan perempuan, anak muda, dan pelaku ekonomi kreatif dalam satu panggung perubahan.
 

“Bising dan Hening”: Suara dari Luka yang Bangkit
 

Momen emosional hadir saat peluncuran buku “Bising dan Hening”, karya kolaboratif para perempuan penyintas.
 

Buku ini bukan sekadar kumpulan tulisan, tapi rekam jejak luka, harapan, dan kebangkitan.
 

“Terkadang, nasihat terbaik datang dari diri sendiri. Tulisan bisa menjadi cermin—bahkan penyelamat di masa depan,” ungkap Novita.
 

Talenta Daerah Jangan ‘Hijrah’ ke Luar
 

Selain literasi, panggung juga diberikan pada sineas muda Trenggalek melalui pemutaran film dokumenter dan animasi berprestasi nasional.
 

Novita menyoroti fenomena klasik: talenta daerah justru berkembang di luar kampung halaman.
 

Ia ingin memutus pola itu.
 

“Saya ingin talenta muda Trenggalek tumbuh dari daerahnya sendiri—melalui buku, film, hingga konten kreatif,” tegasnya.
 

Dorong Ekosistem Kreatif: Dari Workshop ke Industri
 

Sebagai langkah konkret, Novita menyiapkan program penguatan kapasitas kreator melalui workshop dan bootcamp bersama industri media nasional.
 

Targetnya jelas: menciptakan ekosistem kreatif yang hidup dan berkelanjutan di daerah.
 

Kartini Masa Kini: Berani, Berkarya, Berdampak
 

Di akhir acara, pesan Novita mengunci arah gerakan.
 

Kartini hari ini bukan sekadar simbol, tapi aksi nyata.
 

“Perempuan masa kini adalah mereka yang berani bersuara, berani berkarya, dan membawa harapan bagi sekitarnya,” pungkasnya.
 

Dari Trenggalek, api itu kembali dinyalakan. Bukan lagi tentang emansipasi sebagai wacana, tapi tentang perempuan yang berdiri, bergerak, dan memimpin perubahan.rajamedia

Komentar: