Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Pemerintah Tertibkan Kopdes Merah Putih yang Salah Lokasi, Dibangun di Gunung Jadi Sorotan

Laporan: Firman
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:43 WIB
Foto ilustrasi RMN
Foto ilustrasi RMN

RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Pemerintah mulai menertibkan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) yang dinilai tidak sesuai dengan lokasi dan kebutuhan masyarakat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah fasilitas koperasi yang dibangun di kawasan pegunungan.
 

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah tidak ingin percepatan pembangunan Kopdes Merah Putih justru menghasilkan fasilitas yang tidak tepat sasaran.
 

Karena itu, lokasi pembangunan yang dinilai tidak sesuai akan dievaluasi dan ditertibkan.
 

Dibangun di Gunung Dinilai Tak Tepat
 

Zulhas menyebut terdapat sejumlah pembangunan Kopdes Merah Putih yang lokasinya perlu dikoreksi, termasuk fasilitas yang dibangun di kawasan pegunungan.

“Ada di sana sini yang tidak tepat, tentu kita akan koreksi, seperti pembangunan di gunung-gunung. Ada satu, dua, atau berapa banyak, kita akan tertibkan,” ujar Zulhas dalam konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
 

Menurutnya, penertiban dilakukan agar pembangunan koperasi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat desa dan kelurahan.
 

35 Ribu Kopdes Ditargetkan Rampung Agustus
 

Di sisi lain, pemerintah terus mempercepat penyelesaian pembangunan Kopdes Merah Putih.
 

Zulhas mengatakan pemerintah menargetkan sekitar 35 ribu Kopdes Merah Putih dapat rampung pada akhir Agustus 2026.
 

Setelah pembangunan selesai, seluruh koperasi tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada September 2026.
 

Pemerintah juga menyiapkan pembangunan lanjutan pada tahun berikutnya. Sekitar 30 ribu hingga 35 ribu unit tambahan ditargetkan dapat diselesaikan pada 2027.
 

Kopdes Jadi Infrastruktur Ekonomi Desa
 

Zulhas berharap Kopdes Merah Putih tidak sekadar menjadi bangunan fisik, tetapi berkembang sebagai bagian dari infrastruktur ekonomi masyarakat.
 

Koperasi tersebut diharapkan mampu menjalankan fungsi sebagai off-taker, sehingga produk masyarakat desa memiliki akses pasar dan rantai distribusi yang lebih kuat.
 

“Mohon dukungannya agar Koperasi Desa Merah Putih ini bisa jadi infrastruktur pemerintah. Juga sebagai off-taker sebagaimana yang disampaikan Bapak Presiden tadi,” ujar Zulhas.
 

Dengan konsep tersebut, koperasi diharapkan dapat menjadi penghubung antara produksi masyarakat dengan pasar sekaligus memperkuat posisi ekonomi warga desa.
 

Prabowo: Negara Harus Kuasai Rantai Pasok
 

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menilai kehadiran Kopdes Merah Putih dapat menjadi tonggak penting dalam sejarah perekonomian Indonesia.
 

Menurut Prabowo, koperasi desa dapat menjadi instrumen untuk memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus meningkatkan kemampuan negara dalam mengelola rantai pasok.
 

“Dengan Koperasi Merah Putih, untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia. Dari sejak menerima kedaulatan, untuk pertama kali negara akan menguasai rantai pasok sendiri,” ujar Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR dan DPD RI, Jumat (14/8/2026).
 

Tekan Permainan Harga di Pasar
 

Prabowo mengatakan penguasaan rantai pasok dapat membantu mengurangi risiko permainan harga pasokan di pasar.
 

Keberadaan Kopdes Merah Putih diharapkan membuat masyarakat memiliki posisi yang lebih kuat dalam sistem distribusi dan perekonomian nasional.
 

Namun, percepatan pembangunan tetap harus diikuti dengan ketepatan lokasi dan kesiapan operasional.
 

Pemerintah kini menghadapi dua agenda sekaligus: menyelesaikan pembangunan puluhan ribu Kopdes Merah Putih dan memastikan seluruh fasilitas tersebut benar-benar berdiri di lokasi yang tepat serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
 

RAJA MEDIA — Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: