Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Maruarar Sirait: Rumah Bukan Sekadar Hunian, tapi Fondasi Rakyat Tumbuh dan Produktif

Laporan: Firman
Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:32 WIB
Foto ilustrasi Raja Media Network - RMN -
Foto ilustrasi Raja Media Network - RMN -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta - Program 3 Juta Rumah tidak semata-mata diarahkan untuk menghadirkan tempat tinggal layak bagi masyarakat. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan, rumah harus menjadi fondasi bagi masyarakat untuk tumbuh, produktif, sekaligus mengembangkan aktivitas ekonomi.
 

Karena itu, pembiayaan perumahan perlu dibangun dalam sebuah ekosistem yang melibatkan pemerintah, OJK, perbankan, industri keuangan, pelaku UMKM, hingga seluruh pemangku kepentingan.
 

Rumah Harus Jadi Fondasi Ekonomi Rakyat
 

Menurut Maruarar, keberhasilan program perumahan tidak cukup diukur dari jumlah rumah yang berhasil dibangun. Lebih jauh, hunian dan lingkungan permukiman harus mampu memberikan ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas.
 

"Pembiayaan perumahan bukan hanya soal menyediakan rumah, tetapi juga bagaimana rumah dan lingkungan permukiman dapat menjadi fondasi bagi masyarakat untuk tumbuh, produktif, dan mengembangkan usaha."
 

Karena itu, penguatan akses pembiayaan menjadi salah satu kunci agar semakin banyak masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dapat memiliki rumah layak huni.
 

Maruarar Apresiasi Dukungan OJK
 

Maruarar memberikan apresiasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas berbagai dukungan terhadap pelaksanaan Program 3 Juta Rumah.
 

Dukungan tersebut antara lain berupa ekspansi kredit perbankan, pengawasan pengelolaan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) oleh BP Tapera, dukungan perbankan dalam penyaluran kredit rumah subsidi, hingga relaksasi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK bagi MBR.
 

"Terima kasih OJK yang sudah memberikan kemudahan rakyat untuk bisa punya rumah yang layak huni," ujar Maruarar.
 

Menurutnya, kebijakan tersebut memberikan dampak nyata terhadap semakin terbukanya akses masyarakat untuk memperoleh pembiayaan rumah.
 

Relaksasi SLIK Dongkrak Kredit Rumah Subsidi
 

Maruarar menilai relaksasi SLIK OJK menjadi salah satu faktor penting yang turut mendorong peningkatan realisasi kredit rumah subsidi melalui skema FLPP.
 

Realisasi kredit rumah subsidi tersebut bahkan telah mencapai 50 ribu unit, yang disebut Maruarar sebagai capaian luar biasa.
 

Kebijakan tersebut dinilai memberikan kesempatan lebih besar bagi masyarakat yang sebelumnya menghadapi kendala dalam mengakses pembiayaan perumahan.
 

Kuota KUR Perumahan Naik Jadi Rp50 Triliun
 

Selain pembiayaan rumah subsidi, pemerintah juga memperkuat dukungan melalui penambahan kuota Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan.
 

Kuota KUR Perumahan meningkat dari Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun. Maruarar menyebut penambahan tersebut menjadi bentuk kepercayaan pemerintah terhadap keberlanjutan program sekaligus upaya memperluas manfaatnya bagi masyarakat.
 

"Kita memulai dengan niat baik, jadi jangan sampai dibatasi oleh aturan yang dapat menghambat kebaikan untuk rakyat."
 

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya kebijakan yang mampu membuka akses, bukan justru menciptakan hambatan bagi masyarakat yang membutuhkan.
 

Program 3 Juta Rumah Dorong UMKM
 

Maruarar melihat sektor perumahan memiliki efek berganda terhadap perekonomian. Rumah dan kawasan permukiman yang berkembang dapat menjadi basis tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.
 

Karena itu, kolaborasi dengan pelaku UMKM menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem perumahan yang tidak hanya berorientasi pada hunian, tetapi juga pemberdayaan ekonomi.
 

Dengan dukungan pembiayaan, akses kredit, dan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, rumah diharapkan mampu menjadi titik awal bagi keluarga untuk membangun kehidupan yang lebih produktif.
 

Hunian Layak, Ekonomi Bergerak
 

Program 3 Juta Rumah pada akhirnya diarahkan bukan sekadar mengejar angka pembangunan unit hunian. Pemerintah ingin memastikan rumah yang tersedia memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
 

Sinergi pemerintah, OJK, perbankan, industri keuangan, UMKM, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting untuk memperkuat ekosistem tersebut.
 

Dengan kolaborasi dan kebijakan yang berpihak kepada rakyat, Program 3 Juta Rumah diharapkan mampu menghadirkan hunian layak sekaligus membuka peluang ekonomi, memperkuat UMKM, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: