Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Anggaran Pendidikan 2027 Naik Jadi Rp819 Triliun, DPR Dorong Kesejahteraan Guru Diperkuat

Laporan: Halim Dzul
Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:37 WIB
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih - Humas DPR -
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong agar peningkatan anggaran pendidikan dalam RAPBN 2027 tidak hanya diarahkan untuk pembangunan dan renovasi sarana-prasarana sekolah.
 

Menurutnya, peningkatan anggaran harus ikut memperkuat kesejahteraan, status, dan jaminan sosial guru serta tenaga kependidikan sebagai fondasi utama peningkatan kualitas pendidikan nasional.
 

Hal itu disampaikan Fikri saat merespons pidato Presiden RI dalam rangka Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan dan dokumen pendukungnya di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
 

Anggaran Pendidikan Naik Jadi Rp819,44 Triliun
 

Fikri mengatakan anggaran pendidikan pada 2027 diproyeksikan meningkat dari Rp768,54 triliun menjadi Rp819,44 triliun.
 

Kenaikan anggaran tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk memperbaiki berbagai persoalan pendidikan secara menyeluruh.
 

Namun, Fikri mengingatkan agar tambahan anggaran tidak hanya terkonsentrasi pada pembangunan fisik sekolah.
 

“Kalau saya pernah merekap problematika pendidikan, sesungguhnya kalau disederhanakan ya satu (soal) sarana dan prasarana, yang kedua (soal) SDM dalam hal ini guru dan tenaga kependidikan, yang ketiga baru (soal) kurikulum,” ujar Fikri kepada Parlementaria.
 

Guru Jangan Hanya Jadi Pelengkap
 

Fikri mengapresiasi perhatian Presiden terhadap renovasi sekolah sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan pendidikan.
 

Namun, menurutnya, pembangunan infrastruktur pendidikan harus berjalan beriringan dengan penguatan sumber daya manusia.
 

Guru dan tenaga kependidikan merupakan unsur utama dalam proses pembelajaran. Karena itu, peningkatan kualitas sekolah tidak akan maksimal apabila persoalan tenaga pendidik belum diselesaikan.
 

Ia menilai persoalan guru bukan hanya mengenai jumlah tenaga pengajar, tetapi juga menyangkut status kepegawaian, kesejahteraan, serta jaminan sosial.
 

Komisi X Akan Kawal Anggaran Guru
 

Fikri menilai pembahasan RAPBN 2027 di DPR harus memberikan ruang lebih besar untuk menjawab kebutuhan guru dan tenaga kependidikan.
 

Menurutnya, perhatian terhadap guru perlu dituangkan secara jelas dalam kebijakan anggaran, bukan sekadar menjadi bagian dari narasi pembangunan pendidikan.
 

“Yang kedua tadi guru dan tenaga kependidikan baru disebut, tetapi bukan tertulis. Tidak ada tertulis, tertulis yang di layar hanya renovasi,” tegasnya.
 

Ia berharap pembahasan lebih lanjut bersama pemerintah dapat menghasilkan kebijakan yang mampu memenuhi ekspektasi para guru.
 

“Mudah-mudahan nanti akan ada diskusi lanjutan di dalam komisi-komisi, terutama di Komisi X untuk kemudian memenuhi ekspektasi guru, baik statusnya, kesejahteraannya maupun jaminan sosial bagi guru,” lanjut Fikri.
 

Pendidikan Tak Cukup dengan Bangunan Baru
 

Menurut Fikri, pembangunan pendidikan merupakan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia nasional.
 

Sekolah yang memiliki gedung bagus dan fasilitas memadai tetap membutuhkan guru serta tenaga kependidikan yang berkualitas dan sejahtera agar proses pembelajaran berjalan optimal.
 

Karena itu, peningkatan anggaran pendidikan harus dirancang secara komprehensif dengan memperhatikan tiga aspek utama, yakni sarana-prasarana, sumber daya manusia pendidikan, dan kurikulum.
 

DPR Siap Kawal Penggunaan Anggaran
 

Fikri menegaskan Komisi X DPR RI akan terus mengawal penggunaan anggaran pendidikan pada 2027.

Kenaikan alokasi anggaran diharapkan benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan mutu pendidikan, bukan hanya menghasilkan pembangunan fisik.
 

Selain renovasi dan pembangunan sekolah, pemerintah juga didorong memberikan perhatian serius terhadap kondisi guru dan tenaga kependidikan.
 

Dengan anggaran pendidikan yang mencapai Rp819,44 triliun, Fikri berharap pemerintah dapat memperkuat pendidikan secara lebih menyeluruh sehingga peningkatan kualitas fasilitas sekolah berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan bagi para pendidik.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: