Saan Mustopa Desak 4.000 Pengungsi Gempa NTT Segera Dapat Hunian Tetap
RAJAMEDIA.CO — Manggarai Barat — Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa mendorong pemerintah mempercepat pemulihan permukiman bagi sekitar 4.000 warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang hingga kini masih berada di posko pengungsian.
Menurut Saan, pemerintah perlu menetapkan target pemulihan yang jelas dan terukur agar warga tidak terlalu lama tinggal di pengungsian dan dapat segera kembali ke rumah atau menempati hunian tetap (huntap).
“Jangan sampai 4.000 pengungsi ini berlarut-larut di posko. Harus ada target pemulihan yang jelas,” ujar Saan dalam rapat koordinasi penanganan bencana bersama Satuan Tugas Penanggulangan Pascabencana (Galapana) DPR RI di Manggarai Barat, Minggu (16/8/2026).
Rumah Warga Harus Segera Dipetakan
Saan mengatakan langkah awal yang harus dilakukan pemerintah adalah memetakan kondisi rumah warga terdampak berdasarkan tingkat kerusakannya.
Klasifikasi tersebut meliputi kerusakan ringan, sedang, hingga berat.
Data yang akurat dinilai penting untuk menentukan bentuk penanganan sekaligus menjadi dasar mempercepat pengurangan jumlah warga yang masih mengungsi.
“Nah makanya tadi mana yang rusak ringan, sedang, berat, sehingga pelan-pelan dari 4.000 pengungsi ini kan pelan-pelan bisa berkurang,” katanya.
Pembangunan Huntap Harus Dipercepat
Menurut Saan, warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat membutuhkan kepastian mengenai pembangunan hunian tetap.
Sementara warga dengan kerusakan ringan atau sedang dapat ditangani melalui skema perbaikan sesuai tingkat kerusakan.
Dengan pemetaan tersebut, penanganan diharapkan tidak dilakukan secara seragam, melainkan berdasarkan kebutuhan masing-masing keluarga terdampak.
Target pemulihan yang jelas juga diperlukan agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan lebih terarah.
Kebutuhan Dasar Pengungsi Tetap Dijamin
Saan menegaskan percepatan pemulihan tidak berarti mengabaikan kebutuhan warga selama masih berada di pengungsian.
Selama proses perbaikan rumah dan pembangunan huntap berlangsung, pemerintah tetap harus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.
Pemenuhan kebutuhan pangan, kesehatan, tempat tinggal sementara, serta kebutuhan dasar lainnya menjadi bagian penting dalam masa transisi menuju pemulihan.
Sejumlah Menteri Hadiri Rakor
Rapat koordinasi penanganan bencana tersebut dihadiri sejumlah pejabat pemerintah dan pimpinan DPR RI.
Hadir Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal dan Sari Yuliati, Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Haryadi, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo, serta Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.
Pertemuan tersebut membahas langkah penanganan pascabencana agar proses pemulihan masyarakat terdampak dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
DPR Pastikan Pemulihan Terus Dikawal
Saan menegaskan DPR RI akan terus mengawal penanganan bencana, tidak hanya pada tahap tanggap darurat, tetapi hingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi selesai.
Menurutnya, ukuran keberhasilan penanganan bencana bukan hanya seberapa cepat bantuan diberikan, tetapi juga seberapa cepat masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.
Karena itu, percepatan pemulihan permukiman menjadi pekerjaan penting agar ribuan warga yang masih berada di posko pengungsian memiliki kepastian mengenai masa depan tempat tinggal mereka.
“Jangan sampai 4.000 pengungsi ini berlarut-larut di posko.”
Pesan tersebut menjadi dorongan agar pemulihan pascagempa NTT bergerak dari sekadar penanganan darurat menuju kepastian hunian dan kehidupan yang kembali normal bagi masyarakat terdampak.
RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.![]()
Otomotif 4 hari yang lalu
Daerah | 6 hari yang lalu
Nasional | 6 hari yang lalu
Parlemen | 4 hari yang lalu
Parlemen | 3 hari yang lalu
Parlemen | 3 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Nasional | 5 hari yang lalu
Keamanan | 4 hari yang lalu
Politik | 6 hari yang lalu