Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

BAZNAS dan CIDE Jajaki Kerja Sama Bangun Pusat Komunitas Muslim Indonesia di Sydney

Laporan: Halim Dzul
Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:17 WIB
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan - RMN -
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan - RMN -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Centre for Islamic Dakwah and Education (CIDE) menjajaki kerja sama penggalangan dana untuk pembangunan pusat komunitas Muslim Indonesia di Sydney, Australia.
 

Penjajakan tersebut dibahas dalam audiensi CIDE dengan BAZNAS RI di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (12/8/2026).
 

Kerja sama ini digagas untuk menjawab kebutuhan ratusan warga Muslim Indonesia di Sydney yang selama sekitar sembilan tahun harus terus menyewa tempat untuk menjalankan berbagai kegiatan dakwah dan keagamaan.
 

Sembilan Tahun Komunitas Muslim Sydney Menyewa Tempat
 

Pengurus CIDE Sydney, Ustadz Shaifurrokhman Mahfudz, mengatakan komunitas Muslim Indonesia di Sydney membutuhkan tempat kegiatan yang permanen.
 

Selama ini, berbagai kegiatan dakwah, pembinaan, dan aktivitas keagamaan masih dilakukan dengan menyewa tempat.
 

Karena itu, pembangunan pusat komunitas Muslim diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi warga diaspora Indonesia di Australia.
 

“Jadi karena itu sebelum kita melangkah di sana, kita harus sowan dulu ke BAZNAS, meminta pandangan, masukan, dan seterusnya,” kata Shaifurrokhman.
 

BAZNAS Tawarkan Skema Co-Fundraising
 

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, mengatakan pihaknya membuka peluang penggalangan dana bersama melalui skema co-fundraising.
 

Skema tersebut akan dirancang secara transparan sehingga proses penghimpunan maupun penggunaannya dapat dipantau bersama oleh pihak-pihak terkait.
 

“Kalau kita bisa fundraising-kan, berapapun dana terkumpulkan bisa membantu pembangunan ini,” jelas Rizaludin saat menerima delegasi CIDE.
 

Menurutnya, dukungan melalui kelembagaan BAZNAS dapat memperluas jangkauan penggalangan dana sekaligus memberikan kepastian dalam aspek tata kelola.
 

Legalitas dan Transparansi Jadi Prioritas
 

Rizaludin mengatakan BAZNAS RI memiliki pengalaman dalam mengelola mobilisasi dana berbasis program tematik bersama berbagai yayasan kemanusiaan.
 

Kemitraan dengan CIDE dinilai berpotensi mengoptimalkan penghimpunan dana melalui ekosistem BAZNAS yang memiliki jaringan donatur dari berbagai kalangan.
 

“Penggalangan dana melalui kelembagaan resmi BAZNAS juga akan menjamin legalitas, transparansi, serta jangkauan publikasi yang lebih aman dan terpercaya, bahkan bisa saja nanti dibentuk UPZ di Australia,” kata Rizaludin.
 

Dengan pendekatan kelembagaan tersebut, proses pengumpulan donasi diharapkan dapat dilakukan secara lebih terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.
 

Berpeluang Bentuk UPZ di Australia
 

Selain skema co-fundraising, BAZNAS juga membuka peluang pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS di Australia.
 

Namun, rencana tersebut akan disesuaikan dengan regulasi yang berlaku, baik di Indonesia maupun Australia.
 

Langkah tersebut dinilai dapat memperkuat ekosistem penghimpunan dana sekaligus mendekatkan layanan zakat kepada masyarakat Muslim Indonesia yang berada di luar negeri.
 

CIDE Konsultasikan Donasi Lintas Negara
 

Shaifurrokhman menjelaskan, audiensi dengan BAZNAS dilakukan sebelum CIDE menjalankan penggalangan dana pembangunan pusat komunitas tersebut.
 

Selain mencari dukungan, CIDE juga ingin memastikan mekanisme donasi lintas negara yang akan dilakukan nantinya sesuai dengan ketentuan keuangan di Indonesia dan Australia.
 

Menurutnya, aspek kepatuhan terhadap regulasi menjadi hal penting agar pembangunan pusat komunitas dapat berjalan secara profesional dan transparan.
 

Pusat Komunitas Jadi Rumah Bersama Diaspora
 

Jika terealisasi, pusat komunitas Muslim Indonesia di Sydney diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah.
 

Fasilitas tersebut dapat menjadi ruang bersama untuk kegiatan dakwah, pendidikan, pembinaan, silaturahmi, serta berbagai aktivitas sosial warga Muslim Indonesia di Australia.
 

Kolaborasi BAZNAS dan CIDE menjadi langkah awal untuk mewujudkan pusat komunitas yang selama bertahun-tahun dibutuhkan diaspora Muslim Indonesia di Sydney.
 

Dengan skema penghimpunan dana yang transparan, kepatuhan terhadap regulasi, dan dukungan jaringan donatur yang luas, pembangunan pusat komunitas tersebut diharapkan dapat segera menemukan jalan menuju realisasi.
 

Turut hadir dalam audiensi tersebut Direktur Pengumpulan Badan Negara BAZNAS RI H. Faisal Qosim dan Kepala Divisi Pengumpulan Zakat Luar Negeri M. Faris Amiruddin.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: