Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Paspor Merah Putih Masih Dikaji, Ditjen Imigrasi Utamakan Keamanan dan Teknologi

Laporan: Firman
Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:17 WIB
Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko - Foto: Dok RRI -
Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko - Foto: Dok RRI -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Rencana penerbitan Paspor Merah Putih belum diputuskan. Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi masih melakukan kajian, terutama menyangkut aspek keamanan dan fitur teknologi yang akan digunakan.
 

Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengatakan kajian diperlukan untuk memastikan desain maupun fitur paspor baru memenuhi standar keamanan sekaligus mampu mengikuti perkembangan layanan keimigrasian berbasis teknologi.
 

Keamanan Jadi Pertimbangan Utama
 

Hendarsam menegaskan aspek keamanan menjadi salah satu pertimbangan utama sebelum pemerintah memutuskan penerbitan Paspor Merah Putih.
 

“Masalah penerbitan Paspor Merah Putih, ini kita masih membutuhkan kajian lagi. Karena masalah sekuriti, fiturnya kita harus lihat lagi,” kata Hendarsam saat konferensi pers di kantor Ditjen Imigrasi, Jakarta Selatan, Rabu (12/8/2026).
 

Menurutnya, desain paspor tidak hanya menyangkut tampilan, tetapi juga harus memastikan dokumen perjalanan tersebut memiliki sistem pengamanan yang memadai.
 

Indonesia Arahkan Satu Jenis Paspor
 

Di sisi lain, pemerintah tengah mengarah pada penyederhanaan jenis paspor agar masyarakat tidak dihadapkan pada berbagai varian dokumen perjalanan.
 

Hendarsam mengatakan ke depan paspor Indonesia diarahkan menggunakan bahan polikarbonat yang didukung teknologi elektronik.
 

“Kita pengen penyeragaman paspor juga. Artinya kita tidak ada berbagai jenis paspor, kita cuma ada satu paspor saja,” ujarnya.
 

Kebijakan penyeragaman tersebut diharapkan membuat layanan keimigrasian lebih sederhana sekaligus mudah digunakan masyarakat.
 

Disiapkan untuk Era Autogate
 

Perkembangan teknologi pembacaan dokumen perjalanan melalui sistem autogate juga menjadi salah satu alasan pemerintah mendorong penyederhanaan paspor.
 

Menurut Hendarsam, terlalu banyak varian paspor justru berpotensi menyulitkan warga ketika menggunakan layanan keimigrasian.
 

“Kalau kita varian yang berbeda-beda, nanti akan mempersulit warga negara kita. Jadi kita sederhanakan,” katanya.
 

Dengan teknologi elektronik dan sistem autogate yang semakin berkembang, standardisasi paspor diharapkan dapat meningkatkan kemudahan dan efisiensi pelayanan keimigrasian.
 

Penerbitan Belum Diputuskan
 

Hendarsam menegaskan proses kajian masih berjalan. Pemerintah perlu memastikan seluruh aspek, terutama keamanan dan fitur teknologi, benar-benar matang sebelum Paspor Merah Putih diterbitkan.
 

Artinya, rencana tersebut belum masuk pada tahap penerbitan dan masih membutuhkan kajian lebih lanjut.
 

Pendekatan tersebut dilakukan agar perubahan dokumen perjalanan nasional tidak hanya menghadirkan identitas visual baru, tetapi juga memberikan keamanan dan kemudahan bagi masyarakat.
 

Imigrasi Fokus Jalankan Tugas
 

Terkait performa layanan keimigrasian secara keseluruhan, Hendarsam mengatakan terdapat berbagai variabel yang memengaruhinya.
 

Karena itu, penjelasan mengenai faktor yang memengaruhi kinerja layanan perlu disampaikan oleh kementerian atau lembaga sesuai tugas dan kewenangannya.
 

“Dari tugas dan fungsi kami, sepanjang itu menjadi tugas dan fungsi kami, itu akan kita jalankan secara maksimal. Dan itu sudah bekerja sampai sejauh ini,” kata Hendarsam.
 

Dengan kajian yang masih berlangsung, Ditjen Imigrasi memastikan setiap kebijakan terkait paspor akan diarahkan untuk memperkuat keamanan dokumen perjalanan, menyederhanakan layanan, serta menyesuaikan sistem keimigrasian dengan perkembangan teknologi digital.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: