Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Bunga PNM Mekaar Turun Jadi 8 Persen Mulai September, 14 Juta Nasabah Bakal Diuntungkan

Laporan: Firman
Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:01 WIB
Menteri UMKM Maman ABdurrahman - Humas Kementerian UMKM -
Menteri UMKM Maman ABdurrahman - Humas Kementerian UMKM -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Kabar baik bagi 14 juta ibu dan perempuan prasejahtera nasabah Program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar). Pemerintah memutuskan menurunkan suku bunga pinjaman Mekaar yang dikelola PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menjadi sekitar 8 persen mulai awal September 2026.
 

Keputusan tersebut disampaikan Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman usai menghadiri Rapat Komite Pengarah Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Kementerian Keuangan dan Danantara di Jakarta, Rabu (12/8/2026).
 

Bunga Mekaar Dipangkas dari 18–25 Persen
 

Maman mengatakan selama lebih dari satu dekade, sekitar 14 juta ibu dan perempuan prasejahtera yang menjadi nasabah Mekaar menghadapi biaya pinjaman dengan bunga pada kisaran 18 hingga 25 persen.
 

Menurutnya, besaran tersebut masih relatif tinggi jika dibandingkan dengan kondisi ekonomi kelompok masyarakat yang menjadi sasaran program.
 

“Alhamdulillah, diputuskan bunga pinjaman PNM Mekaar menjadi sekitar delapan persen. Insyaallah mulai berlaku kurang lebih awal September ini,” tutur Maman.
 

Penurunan tersebut diharapkan memberikan ruang lebih besar bagi para pelaku usaha ultramikro dan supermikro untuk mengembangkan usahanya tanpa terbebani biaya pembiayaan yang tinggi.
 

Perintah Prabowo: Bunga Harus di Bawah 10 Persen
 

Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan pembiayaan yang lebih terjangkau bagi perempuan pelaku usaha ultramikro dan supermikro.
 

Maman menegaskan Presiden meminta agar bunga pinjaman Mekaar berada di bawah 10 persen.
 

“Perintah dari Pak Presiden, bunga pinjaman Mekaar harus di bawah 10 persen agar tidak membebani ibu-ibu yang masuk dalam golongan prasejahtera,” tegas Maman.
 

Pemerintah kemudian memberikan subsidi sekitar 10 persen sehingga bunga pinjaman Mekaar dapat ditekan menjadi sekitar 8 persen.
 

PNM Tak Sekadar Beri Pinjaman
 

Maman menjelaskan tingginya biaya pembiayaan sebelumnya juga tidak terlepas dari pola pendampingan intensif yang dilakukan PNM.
 

Melalui account officer dan account advisor, PNM tidak hanya menyalurkan pembiayaan kepada nasabah, tetapi juga melakukan pendampingan, pembinaan, dan pemantauan terhadap perkembangan usaha.
 

Model tersebut menjadi salah satu karakteristik program Mekaar dalam mendampingi perempuan prasejahtera agar mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
 

Namun, pemerintah tetap melihat perlunya penyesuaian biaya pinjaman agar manfaat program semakin besar bagi masyarakat sasaran.
 

Mulai September, Bunga Baru Diterapkan
 

Kementerian UMKM akan menindaklanjuti keputusan tersebut bersama Danantara dan PNM.
 

Penurunan bunga ditargetkan mulai berlaku pada awal September 2026, sehingga manfaat kebijakan dapat segera dirasakan oleh jutaan nasabah Mekaar.
 

“Pak Presiden memerintahkan eksekusi penurunan bunga PNM Mekaar harus segera dipercepat agar bisa langsung dinikmati nasabah program Mekaar dan mereka tidak lagi dibebani bunga yang tinggi,” kata Maman.
 

Komite Pembiayaan UMKM Kawal Implementasi
 

Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM juga akan mengawal penerapan kebijakan tersebut.
 

Pengawasan diarahkan agar penurunan bunga benar-benar tepat sasaran, berjalan efektif, dan memberikan manfaat menyeluruh bagi perempuan pemilik usaha ultramikro.
 

Pemerintah berharap kebijakan ini tidak hanya menurunkan beban cicilan, tetapi juga memberikan ruang lebih luas bagi nasabah untuk meningkatkan modal usaha, memperbesar produksi, dan memperkuat pendapatan keluarga.
 

Dengan bunga sekitar 8 persen, program Mekaar diharapkan semakin menjadi instrumen pembiayaan yang berpihak kepada masyarakat prasejahtera sekaligus memperkuat fondasi ekonomi dari tingkat keluarga.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: