Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Andra Soni Pimpin HKTI Banten, Sitandu Disiapkan Jadi Laboratorium Pertanian

Laporan: Firman
Minggu, 27 September 2026 | 06:17 WIB
Gubernur Andra Soni resmi menjadi Ketua HKTI Banten - Foto: Biro Adpimpro Banten/RMN -
Gubernur Andra Soni resmi menjadi Ketua HKTI Banten - Foto: Biro Adpimpro Banten/RMN -

RAJAMEDIA.CO –Kota Serang – Gubernur Banten Andra Soni resmi memimpin DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Banten periode 2026–2031 dengan agenda utama mendorong pertanian berbasis inovasi dan meningkatkan kesejahteraan petani.


Salah satu langkah yang disiapkan adalah menjadikan Kawasan Sistem Pertanian Terpadu (Sitandu) seluas 20 hektare di Kota Serang sebagai laboratorium pertanian sekaligus pusat uji coba berbagai inovasi budi daya.


Andra Soni dilantik sebagai Ketua DPD HKTI Banten dalam rangkaian peringatan Hari Tani Nasional 2026 di kawasan Sitandu, Sabtu (26/9/2026). Ia menegaskan, HKTI tidak boleh sekadar menjadi organisasi, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata bagi produktivitas dan kesejahteraan petani Banten.

“Saya sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, khususnya para insan pertanian,” ungkap Andra Soni.


HKTI Harus Berdampak bagi Petani


Andra mengatakan tantangan sektor pertanian tidak cukup dijawab melalui organisasi semata. Menurutnya, HKTI harus menjadi wadah kolaborasi yang mampu mempertemukan pemerintah, petani, pelaku usaha, akademisi, dan berbagai pihak terkait.


Ia berharap kepengurusan baru HKTI Banten dapat membangun komitmen bersama untuk mendorong pertanian yang semakin produktif dan meningkatkan kesejahteraan petani.

“Meskipun pengurus tidak semuanya berlatar belakang petani murni, kami berkomitmen kuat mendukung petani Banten agar semakin makmur dan sejahtera,” tegasnya.


Jalan Usaha Tani hingga Program Bang Andra


Sebagai Gubernur Banten, Andra menyebut Pemprov Banten telah menjalankan sejumlah program yang bersinggungan langsung dengan sektor pertanian.


Salah satunya pembangunan Jalan Usaha Tani yang diarahkan untuk memperkuat konektivitas sekaligus menekan biaya produksi dan distribusi hasil pertanian.


Pemprov Banten juga menjalankan program Bang Andra atau Bangun Jalan Desa Sejahtera. Pada tahun pertama pelaksanaannya, program tersebut telah menyelesaikan 61 ruas jalan desa.


“Dampaknya, alhamdulillah, nilai tukar petani kita mengalami peningkatan,” tutur Andra.


Menurut Andra, pembangunan infrastruktur perdesaan akan terus dilanjutkan sebagai bagian dari upaya memperkuat pemerataan ekonomi yang dimulai dari desa.


“Desa adalah tempat kita berasal dan lokasi utama produksi. Apa yang kita konsumsi sehari-hari tumbuh dan dirawat oleh petani di desa,” imbuhnya.


Sitandu Jadi Laboratorium Pertanian


Salah satu gagasan yang disiapkan Andra dalam kepengurusan HKTI Banten adalah menjadikan kawasan Sitandu seluas 20 hektare sebagai laboratorium pertanian sekaligus ruang inovasi budi daya.


Kawasan tersebut diharapkan menjadi tempat untuk menguji berbagai metode tanam, teknologi pertanian, hingga inovasi pupuk yang dikembangkan para insan pertanian Banten.


“Kawasan ini bisa kita jadikan laboratorium. Banyak insan tani kita yang mampu memproduksi pupuk dan mempraktikkan berbagai metode tanam, semuanya bisa diuji coba di sini,” kata Andra.


Dengan konsep tersebut, Sitandu tidak hanya menjadi kawasan pertanian, tetapi juga diharapkan menjadi ruang pembelajaran dan pengembangan inovasi yang dapat diterapkan di berbagai wilayah Banten.


Sudaryono Soroti Potensi Pertanian Banten


Ketua Umum HKTI Sudaryono yang hadir dalam pelantikan tersebut menilai Banten memiliki potensi besar di sektor pertanian.


Menurut Sudaryono, produktivitas pertanian Banten menunjukkan tren peningkatan dan sektor tersebut juga berpotensi membuka lapangan pekerjaan baru.


“Banten adalah wilayah yang secara pertanian sangat potensial. Kita bisa melihat, selama sahabat saya, Pak Andra Soni, menjadi gubernur, produktivitas dan peringkat pertanian di Banten terus naik,” ujar Sudaryono.


Sudaryono juga menekankan pentingnya meningkatkan produksi berbagai komoditas pangan, mulai dari beras, jagung, tebu, sayuran hingga buah-buahan untuk mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional.


MBG Dinilai Buka Kepastian Pasar


Sudaryono turut menyoroti keterkaitan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sektor pertanian. Menurutnya, program tersebut dapat memberikan kepastian penyerapan atau off-take bagi produk pertanian lokal.


“Adanya jaminan off-take melalui program MBG memberikan efek langsung terhadap perputaran ekonomi di desa-desa,” paparnya.


Ia menilai sinergi Badan Gizi Nasional (BGN) melalui program MBG dapat menjadi salah satu pemicu peningkatan produktivitas berbagai komoditas pertanian dan peternakan di Banten.


“Sinergi BGN dengan program MBG-nya ini akan menjadi pemicu utama meningkatnya produktivitas pertanian kita,” pungkas Sudaryono.


Dengan kepengurusan baru tersebut, HKTI Banten memasuki periode 2026–2031 dengan agenda memperkuat kolaborasi, inovasi, infrastruktur perdesaan, serta produktivitas pertanian demi peningkatan kesejahteraan petani.


RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: