Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Novita Hardini Ingatkan Daya Saing Industri Anjlok: Pemerintah Harus Bertindak!

Laporan: Halim Dzul
Jumat, 29 Agustus 2025 | 10:02 WIB
Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini - Humas DPR -
Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO - Surabaya, Palremen - Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, menyoroti serius tantangan besar yang tengah membayangi industri nasional, mulai dari masalah impor bahan baku hingga ketidakpastian kebijakan pemerintah.
 

Dalam kunjungan kerja Panja Daya Saing Industri Komisi VII DPR RI ke CV Sinar Baja Electric, produsen pengeras suara terbesar di Indonesia, Novita menjelaskan masih banyak bahan baku vital yang harus diimpor.
 

“Bahan baku seperti tanah jarang dan bahan kertas masih harus diimpor dari Kanada. Padahal beberapa bahan lain sebenarnya bisa diproduksi di dalam negeri,” jelasnya di Surabaya, Kamis (28/8/2025).
 

Fluktuasi Harga Global Tekan Industri
 

Novita menambahkan, harga bahan impor yang sangat fluktuatif akibat persaingan global menjadi beban berat bagi industri.
 

“Fluktuasi ini menekan margin perusahaan dan memukul daya saing kita,” ujarnya.

 


Bahkan, data menunjukkan peringkat daya saing industri Indonesia anjlok dari peringkat 13 menjadi 40. 
 

“Ini hantaman besar bagi pemerintah kita, bagi Republik Indonesia,” tegas politisi PDI-Perjuangan itu.
 

Usulan Tiga Langkah Strategis
 

Untuk menjawab persoalan tersebut, Novita mengusulkan tiga langkah penting:

 

1. Fokus pada produk lokal – dengan memastikan transparansi dalam e-katalog dan keberanian memilih produk dalam negeri.
 

2. Pemberian insentif fiskal – untuk industri yang berfokus pada produksi dalam negeri, dari hulu ke hilir.
 

3. Bantuan pemasaran – agar produk industri lokal dapat bersaing di pasar domestik maupun global melalui dukungan pemerintah.
 

Stabilitas Regulasi Jadi Kunci
 

Lebih jauh, legislator dapil Jawa Timur VII ini menegaskan pentingnya stabilitas regulasi.
 

“Yang paling penting, kebijakan regulasi jangan berubah-ubah. Itu yang paling dibutuhkan pelaku usaha industri kita,” pungkasnya.rajamedia

Komentar: