Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Menteri PKP: Rumah Rakyat Harus Sejuk, Kuat, dan Angkat UMKM

Laporan: Zulhidayat Siregar
Sabtu, 28 Februari 2026 | 01:54 WIB
Menteri PKP Maruarar Sirait memberikan keterangan kepada wartawan terkait penguatan Program Gentengisasi Nasional - Foto: Kementerian PKP -
Menteri PKP Maruarar Sirait memberikan keterangan kepada wartawan terkait penguatan Program Gentengisasi Nasional - Foto: Kementerian PKP -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta – Program perumahan rakyat tak lagi berhenti pada angka unit terbangun. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan, hunian layak berarti memastikan kualitas materialnya benar-benar melindungi rakyat dalam jangka panjang.
 

Pernyataan itu disampaikan Menteri Ara  - sapaan akrab - usai agenda Buka Puasa Bersama dan Rapat Gentengisasi bersama Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI), jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Majalengka, serta para pengusaha genteng sentra Jatiwangi  Jumat (27/2/2026).
 

“Hunian layak bukan sekadar membangun rumah, tetapi memastikan kualitas materialnya mampu melindungi rakyat dalam jangka panjang, sejuk, kuat, dan bernilai estetika,” tegas Menteri Ara.
 

Pernyataan itu disampaikan dalam penguatan Program Gentengisasi Nasional yang menjadi tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto.
 

Genteng Lokal, Rumah Lebih Sejuk
 

Melalui program tersebut, pemerintah mendorong penggunaan genteng berkualitas produksi UMKM dalam negeri. Targetnya jelas: rumah rakyat tidak panas, lebih nyaman, dan lebih tahan lama.
 

“Program Gentengisasi Nasional ini bukan hanya soal atap. Ini tentang kenyamanan hidup rakyat,” ujar Ara.
 

Ia menekankan, material yang tepat akan meningkatkan kualitas hunian sekaligus menekan biaya perawatan jangka panjang.
 

Kolaborasi dari Produksi hingga Pembiayaan
 

Program ini diperkuat melalui sinergi bersama Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI), Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Majalengka, serta para pengusaha genteng Jatiwangi.
 

Jatiwangi sendiri dikenal sebagai sentra industri genteng tradisional yang telah puluhan tahun menopang ekonomi lokal.
 

Kolaborasi ini mencakup rantai penuh: mulai dari produksi, akses pembiayaan, hingga kepastian pasar bagi pelaku UMKM.
 

Bangun Rumah, Bangun Industri
 

Menteri Ara menegaskan, membangun rumah rakyat harus sejalan dengan membangun industrinya.
 

“Masyarakat terlindungi, UMKM tumbuh, ekonomi bergerak berkelanjutan,” ujarnya.
 

Dengan pendekatan ini, program perumahan tidak hanya menyentuh aspek fisik hunian, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi daerah.
 

Rumah berdiri, industri bergerak, rakyat terlindungi. Itu yang ingin dikejar pemerintah lewat Gentengisasi Nasional.rajamedia

Komentar: