Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Negara Siapkan 5.750 Beasiswa LPDP 2026

Laporan: Zulhidayat Siregar
Jumat, 16 Januari 2026 | 13:36 WIB
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto - BPMI Setpres -
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto - BPMI Setpres -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta - Pemerintah menegaskan komitmennya mencetak generasi unggul dan berdaya saing global melalui penyediaan 5.750 kuota beasiswa LPDP tahun 2026. Kebijakan ini menjadi sinyal kuat bahwa negara hadir penuh mendukung langkah anak bangsa menembus pendidikan tinggi terbaik, baik di dalam maupun luar negeri.
 

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyatakan, dukungan finansial merupakan fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab tantangan global dan kebutuhan pembangunan nasional.
 

“Kami ingin memastikan negara hadir dalam setiap langkah anak bangsa yang ingin maju. Tahun ini, kami menargetkan 5.750 penerima beasiswa baru LPDP,” ujar Brian dalam sambutannya di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
 

Kuota S1 hingga Doktor Spesialis
 

Brian merinci, kuota LPDP 2026 terdiri atas 1.000 beasiswa Garuda untuk jenjang S1, 4.000 beasiswa S2 dan S3, serta 750 beasiswa doktor spesialis. Skema ini dirancang untuk menjawab kebutuhan talenta strategis lintas bidang.
 

Ia menegaskan, arah pemberian beasiswa pascasarjana kini dibuat lebih terukur dan selektif, sejalan dengan agenda besar pembangunan nasional.
 

“Program S2 dan S3 akan diselaraskan dengan target pertumbuhan industri yang dicanangkan Bapak Presiden dalam Asta Cita. Kita butuh tenaga ahli yang relevan dan berdampak langsung,” tegasnya.
 

KIP-K Jadi Penyangga Akses Pendidikan
 

Selain LPDP, pemerintah juga memperkuat Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) sebagai penopang utama akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Saat ini, lebih dari 1,1 juta mahasiswa aktif tercatat menerima pembiayaan penuh dari negara.
 

Dengan anggaran mencapai Rp16 triliun per tahun, KIP-K mencakup biaya pendidikan dan biaya hidup, sekaligus menjadi instrumen penting mencegah putus kuliah akibat kendala ekonomi.
 

“Tidak boleh ada anak bangsa gagal kuliah hanya karena keterbatasan biaya,” tegas Brian.
 

Kampus Kedokteran Bertaraf Global
 

Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christy mengungkapkan rencana strategis Presiden untuk membangun kampus-kampus kedokteran baru bekerja sama dengan perguruan tinggi asing.
 

Menurut Stella, kolaborasi internasional diperlukan agar pendidikan medis nasional tetap adaptif terhadap perkembangan sains dan teknologi kesehatan.
 

“Sains dan teknologi medis terus berkembang. Pendidikan kedokteran kita harus bergerak seiring agar layanan kesehatan nasional semakin modern dan berkualitas,” ujarnya.
 

Presiden, lanjut Stella, telah mencetuskan pembangunan sepuluh kampus baru, dengan sebagian difokuskan pada bidang medis dan kedokteran sebagai investasi jangka panjang bagi ketahanan kesehatan nasional.rajamedia

Komentar: