Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Dewan Kepemimpinan Iran Terbentuk, Ini Tugas Pentingnya!

Laporan: Tim Redaksi
Senin, 02 Maret 2026 | 12:05 WIB
Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei - Repro -
Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei - Repro -

RAJAMEDIA.CO - Teheran, Polkam – Pemerintah Iran resmi membentuk Dewan Kepemimpinan Sementara per 1–2 Maret 2026, menyusul tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan yang disebut melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
 

Langkah cepat Teheran itu dilakukan dengan mengaktifkan Pasal 111 Konstitusi Iran guna mencegah kekosongan kekuasaan di level tertinggi negara. Dewan ini bertugas menjalankan seluruh kewenangan Rahbar hingga Majelis Ahli (Assembly of Experts) memilih pemimpin definitif yang baru.
 

Situasi ini menjadi momen paling krusial dalam politik Iran sejak Revolusi Islam 1979.
 

Komposisi Dewan: Tiga Pilar Kekuasaan
 

Berdasarkan konstitusi, Dewan Kepemimpinan Sementara biasanya terdiri dari:
 

1. Presiden Iran

2. Ketua Mahkamah Agung

3. Seorang ahli fikih dari Dewan Garda
 

Ulama senior Alireza Arafi disebut telah ditunjuk sebagai salah satu anggota dewan transisi tersebut.
 

Struktur ini dirancang untuk memastikan keseimbangan antara cabang eksekutif, yudikatif, dan otoritas keagamaan—fondasi utama sistem Republik Islam Iran.
 

Tugas Strategis: Kendalikan Militer hingga Siapkan Suksesi
 

Mengacu Pasal 111, Dewan Kepemimpinan Sementara memiliki kewenangan penuh menjalankan tugas Rahbar.
 

Beberapa tugas utamanya:

1. Menjalankan Komando Negara
Dewan mengambil alih komando tertinggi militer, melakukan penunjukan pejabat strategis seperti kepala peradilan dan pimpinan media nasional, serta mengesahkan kebijakan-kebijakan penting negara.
 

2. Memfasilitasi Pemilihan Pemimpin Baru
Dewan bertugas membantu proses pemilihan oleh Majelis Ahli. Lembaga inilah yang secara konstitusional berwenang memilih dan menetapkan Pemimpin Tertinggi baru.
 

3. Keputusan Kolektif
Seluruh kebijakan harus disetujui mayoritas anggota dewan, sehingga tidak ada keputusan sepihak dalam masa transisi sensitif ini.
Namun, ada batas tegas: dewan tidak diperbolehkan mengamandemen konstitusi, menggelar referendum, atau memecat menteri melalui mosi tidak percaya.
 

Mojtaba Khamenei Muncul sebagai Kandidat Kuat
 

Di tengah dinamika transisi, nama Mojtaba Khamenei mencuat sebagai salah satu kandidat kuat penerus kepemimpinan.
 

Mojtaba dikenal memiliki pengaruh signifikan di lingkaran elite keagamaan dan militer. Namun, proses resmi tetap berada di tangan Majelis Ahli, yang akan menentukan arah masa depan kepemimpinan Iran.
 

Berkabung 40 Hari, Stabilitas Jadi Taruhan
 

Otoritas Teheran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari. Di tengah duka nasional, stabilitas politik dan keamanan menjadi taruhan besar.
 

Iran kini memasuki fase paling menentukan dalam sejarah kontemporernya. Transisi ini bukan sekadar pergantian figur, melainkan ujian bagi soliditas sistem Republik Islam itu sendiri—di tengah tekanan geopolitik kawasan dan ketegangan global yang belum mereda.rajamedia

Komentar: