Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Marinus Gea: LPKA Bukan Akhir, Tapi Awal Masa Depan Anak

Laporan: Halim Dzul
Rabu, 11 Maret 2026 | 08:53 WIB
Anggota Komisi XIII DPR RI Marinus Gea - Humas DPR -
Anggota Komisi XIII DPR RI Marinus Gea - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO - Tangerang, Legislator — Anggota Komisi XIII DPR RI Marinus Gea melakukan kunjungan kerja perdananya ke Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Tangerang, Selasa (10/3/2026).
 

Dalam kunjungan tersebut, Marinus menegaskan bahwa masa pembinaan bagi anak-anak di LPKA harus dimaknai sebagai proses pembelajaran dan pembentukan karakter, bukan sekadar hukuman atas kesalahan masa lalu.
 

Ia mengajak para anak binaan untuk tetap optimistis menatap masa depan dan menjadikan pengalaman hidup sebagai pelajaran berharga untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
 

“Berbuat salah ketika masih anak-anak merupakan bagian dari proses pendewasaan diri. Yang terpenting adalah bagaimana pengalaman masa lalu itu dijadikan pelajaran hidup untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Marinus.
 

Pembinaan Harus Bangun Karakter
 

Dalam dialog bersama anak-anak binaan, Marinus menekankan bahwa keberadaan mereka di LPKA bukanlah akhir dari perjalanan hidup.
 

Sebaliknya, masa pembinaan justru menjadi kesempatan untuk belajar disiplin, memperkuat karakter, serta mempersiapkan diri menghadapi kehidupan di masa depan.
 

“Kalian berada di sini bukan akhir dari segalanya. Justru ini adalah bagian dari proses belajar dan membangun kedisiplinan. Tekunlah belajar, karena bekal yang kalian dapatkan di sini akan membuat kalian lebih siap menghadapi kehidupan di luar,” katanya.
 

Apresiasi Fasilitas Pembinaan
 

Marinus juga mengapresiasi berbagai fasilitas pembinaan yang tersedia di LPKA Tangerang, termasuk pemenuhan hak-hak anak dalam bidang kesehatan dan pendidikan.
 

Menurutnya, anak-anak binaan harus diperlakukan dengan pendekatan yang humanis karena mereka tetap merupakan generasi masa depan bangsa.
 

“Saya mengapresiasi fasilitas yang ada di sini, mulai dari pemenuhan hak anak, kesehatan, hingga pendidikan. Anak-anak di sini harus diperlakukan seperti anak sendiri di rumah,” ujarnya.
 

Petugas Diminta Jadi Figur Orang Tua
 

Dalam kesempatan tersebut, Marinus juga mendorong para petugas LPKA untuk tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga menjadi figur orang tua bagi anak-anak binaan.
 

Menurutnya, pendekatan yang penuh empati akan membantu proses pembinaan berjalan lebih efektif.
 

“Petugas di sini bukan hanya menjaga, tetapi juga menjadi orang tua yang mendengar cerita mereka, memberikan arahan, dan menegur ketika diperlukan,” katanya.
 

Ramadan Jadi Momentum Perbaikan Diri
 

Marinus juga mengajak para anak binaan memanfaatkan momentum Ramadan sebagai waktu refleksi spiritual dan kesempatan untuk memperbaiki diri.
 

Ia berharap masa pembinaan dapat menjadi titik balik bagi anak-anak tersebut untuk membangun masa depan yang lebih baik.
 

“Ramadan adalah momentum refleksi spiritual. Gunakan waktu ini untuk belajar, membangun karakter, dan terus bermimpi. Kalian berhak memiliki masa depan dan bahkan bisa menjadi pemimpin di tengah masyarakat,” ujarnya.
 

Kreativitas Anak Binaan Dapat Jadi Bekal Masa Depan
 

Dalam kunjungan itu, Marinus mengaku terkesan melihat berbagai kreativitas yang ditunjukkan anak-anak binaan selama mengikuti program pembinaan.
 

Ia menilai keterampilan yang mereka pelajari dapat menjadi bekal penting untuk meraih masa depan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat.
 

“Saya melihat banyak kreativitas di sini. Bekal yang kalian pelajari bisa menjadi jalan untuk meraih masa depan, bahkan tidak menutup kemungkinan kalian bisa menjadi pengusaha besar,” katanya.
 

Di akhir kunjungannya, Marinus menegaskan bahwa DPR RI akan terus memperjuangkan dukungan bagi lembaga pembinaan anak, termasuk melalui koordinasi dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, agar proses pembinaan terhadap anak-anak dapat berjalan lebih optimal.rajamedia

Komentar: