Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Komisi X Sentil Pemerintah: Jangan Paksa Alumni LPDP Pulkam Tanpa Ekosistem Riset

Laporan: Halim Dzul
Rabu, 04 Maret 2026 | 16:30 WIB
Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih - Humas DPR -
Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta, Legislator — Polemik diaspora kembali mencuat. Sejumlah talenta penerima beasiswa LPDP disebut enggan pulang ke Tanah Air karena minimnya fasilitas dan dukungan riset di dalam negeri. DPR pun angkat suara.
 

Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, meminta pemerintah tidak hanya menuntut para alumni LPDP kembali, tetapi juga menyiapkan “rumah” yang layak bagi mereka untuk berkarya.
 

“Jangan sampai kita hanya menuntut mereka pulang, tapi di sini mereka justru ‘mati’ secara keilmuan karena laboratorium tidak ada dan ekosistem risetnya tidak mendukung. Kita harus menyediakan rumah yang layak bagi mereka,” tegas Fikri, Rabu (4/3/2026).
 

Ekosistem Riset Jadi Kunci
 

Fikri menilai, akar persoalan bukan pada nasionalisme para diaspora, melainkan pada belum optimalnya sarana prasarana riset di Indonesia.
 

Tanpa dukungan laboratorium yang memadai dan sistem riset yang kuat, talenta terbaik di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) akan terus terserap industri luar negeri yang lebih menghargai kompetensi mereka.
 

Menurutnya, pemerintah perlu mengevaluasi skema pengabdian penerima beasiswa LPDP agar lebih realistis dan adaptif terhadap kebutuhan dunia riset.
 

Dari Brain Drain ke Brain Circulation
 

Fikri mengusulkan perubahan pendekatan. Alih-alih melihat fenomena ini sebagai brain drain (kehilangan talenta), pemerintah diminta mendorong konsep brain circulation.
 

Artinya, diaspora yang berada di luar negeri tetap dianggap mengabdi selama mereka menjadi jembatan teknologi, riset, dan kolaborasi internasional bagi institusi di Indonesia.
 

“Yang penting kontribusinya nyata. Mereka bisa tetap menjadi penghubung teknologi dan inovasi untuk Indonesia,” ujarnya.
 

Jangan Terkendala Birokrasi
 

Selain soal fasilitas, Fikri juga menyoroti hambatan birokrasi yang kerap membuat lulusan terbaik kesulitan berkontribusi.
 

Ia meminta koordinasi antar-kementerian diperkuat agar tidak ada lagi talenta unggul yang terbentur administrasi saat ingin mengabdi.
 

“Pemerintah perlu memperbaiki koordinasi antar-kementerian agar lulusan terbaik ini tidak membentur tembok birokrasi,” katanya.
 

Menutup pernyataannya, Fikri menyampaikan pesan keras.
 

“Jangan biarkan mutiara-mutiara kita hanya bersinar di negeri orang karena kita gagal menyiapkan tempat bagi mereka di rumah sendiri.”
 

Pesan DPR jelas: nasionalisme butuh dukungan sistem. Tanpa ekosistem riset yang kuat, seruan pulang hanya akan jadi slogan.rajamedia

Komentar: