Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Komisi IV DPR RI Wanti-wanti Distribusi Pupuk Terancam Konflik Hormuz

Laporan: Halim Dzul
Senin, 30 Maret 2026 | 05:52 WIB
Anggota Komisi IV DPR RI Hindun Anisah - Humas DPR -
Anggota Komisi IV DPR RI Hindun Anisah - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta, Legislator – Anggota Komisi IV DPR RI Hindun Anisah mengingatkan potensi gangguan distribusi pupuk nasional akibat konflik di Timur Tengah, khususnya di jalur Selat Hormuz.
 

Ia menyebut, sekitar sepertiga perdagangan pupuk global berbasis laut melewati jalur tersebut, sehingga gangguan dapat berdampak langsung ke Indonesia.
 

Risiko Kelangkaan dan Penurunan Produksi
 

Hindun menilai, jika distribusi terganggu, pasokan pupuk dalam negeri bisa terhambat. Kondisi ini berpotensi membuat petani mengurangi penggunaan pupuk atau menunda masa tanam.
 

“Jangan sampai saat musim tanam tiba, pupuk justru langka dan harganya tidak terjangkau,” kata Hindun dalam keterangannya, Minggu (29/3/2026).
 

Ia menambahkan, kenaikan harga energi global juga bisa meningkatkan biaya operasional pertanian dan menekan kesejahteraan petani.
 

DPR Dorong Penguatan Produksi Dalam Negeri
 

Sebagai langkah antisipasi, Hindun meminta pemerintah memperkuat cadangan pupuk nasional dan mempercepat pengembangan produksi dalam negeri.
 

Ia juga mendorong optimalisasi sumber daya lokal, seperti penggunaan pupuk organik serta energi terbarukan.
 

“Pemanfaatan panel surya dan biogas bisa membantu menekan biaya operasional alat mesin pertanian,” ujarnya.
 

Ketahanan Pangan Jangan Bergantung Global
 

Hindun menegaskan, ketahanan pangan nasional tidak boleh terlalu bergantung pada kondisi global yang tidak menentu.
 

“Pemerintah harus memastikan sektor pertanian terlindungi dari gejolak geopolitik,” katanya.
 

Pupuk Indonesia Pastikan Stok Aman
 

Sebelumnya, PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan pasokan pupuk nasional tetap terjaga.
 

Sekretaris Perusahaan Yehezkiel Adiperwira menyebut pihaknya memiliki kapasitas produksi dan cadangan bahan baku yang memadai.
 

“Pasokan pupuk nasional tetap aman sehingga petani dapat terus menanam,” ujarnya dalam keterangan resmi.
 

Situasi geopolitik global yang memanas dinilai tetap perlu diwaspadai, terutama terhadap dampaknya pada sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional.rajamedia

Komentar: