Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

PPI Kanto-APO Tokyo Bicara Ekonomi 8 Persen, Mahasiswa Indonesia Siap Ambil Peran

Laporan: Halim Dzul
Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43 WIB
Ketum PPI Kanto, Tubagus Pancar Cahaya Tajally bersama Sekretaris Jenderal APO, Indra Pradana Singawinata, - Foto: Istimewa/RMN -
Ketum PPI Kanto, Tubagus Pancar Cahaya Tajally bersama Sekretaris Jenderal APO, Indra Pradana Singawinata, - Foto: Istimewa/RMN -

RAJAMEDIA.CO - Tokyo — Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Jepang Koordinator Daerah Kanto menunjukkan kelasnya.


Tak sekadar kumpul diaspora, PPI Kanto kini mulai masuk ke ruang strategis isu produktivitas nasional dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.


Rabu (13/5), PPI Kanto menggelar dialog publik bersama Asian Productivity Organization (APO) di kantor pusat organisasi internasional itu di Tokyo, Jepang.


Forum bertajuk Kanto’s Dialogue on Productivity and Economic Growth itu membahas arah produktivitas nasional Indonesia menuju target pertumbuhan ekonomi 8 persen.

PPI Kanto Masuk Isu Strategis Nasional
Delegasi PPI Kanto dipimpin langsung Ketua Umum PPI Kanto, Tubagus Pancar Cahaya Tajally.


Dalam forum itu, Pancar menegaskan mahasiswa Indonesia di luar negeri tak boleh hanya menjadi penonton pembangunan bangsa.


Menurutnya, pelajar Indonesia di Jepang memiliki modal besar dari sisi pendidikan, riset, hingga pengalaman teknologi yang bisa dikontribusikan untuk Indonesia.


“PPI Kanto ingin menjadi ruang kolaborasi dan kontribusi nyata mahasiswa Indonesia terhadap sektor-sektor produktivitas nasional,” ujar Pancar.


Ia menilai penguatan SDM unggul dan inovasi lintas sektor menjadi kunci Indonesia untuk keluar dari jebakan negara berkembang.


APO: Indonesia Harus Naik Kelas


PPI Kanto disambut langsung Sekretaris Jenderal APO, Indra Pradana Singawinata, bersama jajaran tenaga ahli APO.


Dalam paparannya, Indra menegaskan Indonesia tidak bisa terus bergantung pada pertumbuhan berbasis jumlah tenaga kerja semata.


Indonesia, kata dia, harus mulai naik kelas dengan memperkuat produktivitas nasional berbasis inovasi.


APO juga memaparkan dokumen Indonesia’s National Productivity Master Plan 2025–2029, yang disusun untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen.


“Penguatan inovasi dan produktivitas menjadi faktor penting agar Indonesia mampu bersaing secara global,” kata Indra.


Jangan Jadi Penikmat Beasiswa


Forum ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa mahasiswa Indonesia di luar negeri harus mulai mengambil posisi strategis dalam agenda pembangunan nasional.


Tak hanya menjadi penikmat fasilitas pendidikan luar negeri, tetapi juga menjadi motor gagasan, inovasi, dan jejaring global untuk Indonesia.


Diskusi berlangsung dinamis dengan pembahasan mulai dari transformasi industri, tantangan ekonomi global, hingga strategi menciptakan SDM Indonesia yang adaptif dan kompetitif di era perubahan teknologi.rajamedia

Komentar: