Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Isu DPR Dukung Penutupan Alfamart–Indomaret, Lasarus: Itu Hoaks dan Tendensius!

Laporan: Halim Dzul
Selasa, 24 Februari 2026 | 10:53 WIB
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus - Foto: Humas DPR -
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus - Foto: Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta – Isu DPR mendukung penutupan gerai Alfamart dan Indomaret mendadak viral di media sosial. Narasi yang beredar bahkan mencatut nama Ketua DPR RI.
 

Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, angkat bicara. Ia memastikan kabar tersebut adalah hoaks.
 

“Tak Pernah Ada Pernyataan Tutup Ritel”
 

Lasarus menegaskan, dalam rapat antara Komisi V DPR RI dan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, tidak pernah ada keputusan atau pernyataan resmi DPR untuk menutup Alfamart dan Indomaret di seluruh Indonesia.
 

“Saya sampaikan dan bisa disaksikan lewat rekaman rapat, tidak ada pernyataan kami yang meminta Alfamart dan Indomaret supaya ditutup. Kesimpulan rapat juga akan kami lampirkan sebagai bukti resmi,” tegas Lasarus, Senin (23/2).
 

Ia menyebut informasi yang beredar bersifat tendensius dan tidak bertanggung jawab.
 

Nama Puan Dicatut
 

Yang membuat Lasarus geram, unggahan di Instagram tersebut menampilkan foto Ketua DPR RI Puan Maharani dengan narasi seolah-olah DPR mendukung penutupan minimarket modern demi koperasi desa.
 

Lasarus meluruskan: pernyataan soal pembatasan sebaran ritel adalah pendapat pribadinya dalam forum rapat, bukan pernyataan Puan Maharani.
 

“Dalam unggahan itu menampilkan Ibu Puan Maharani yang sangat saya hormati. Saya tegaskan, yang menyampaikan pendapat terkait sebaran Alfamart dan Indomaret adalah saya, bukan Ibu Puan Maharani,” ujarnya.
 

Ia kembali menegaskan, narasi bertuliskan “DPR Dukung Menteri Desa Tutup Alfamart-Indomaret Demi Koperasi Desa” adalah hoaks.
 

Usulan Pembatasan, Bukan Penutupan
 

Lasarus menjelaskan konteks sebenarnya. Ia menyampaikan aspirasi masyarakat desa, terutama pedagang toko kelontong yang kalah bersaing dengan ritel modern hingga ke pelosok dusun.
 

Karena itu, ia mengusulkan agar ekspansi gerai dibatasi sampai tingkat kabupaten dan kecamatan.
 

“Saya menyampaikan pemikiran supaya Alfamart dan Indomaret cukup sampai kabupaten dan kecamatan saja. Biarlah rantai pasok kebutuhan pokok di desa dan dusun memberi ruang bagi pedagang sembako, Bumdes, atau koperasi desa,” jelasnya.
 

Menurutnya, itu adalah gagasan untuk menyeimbangkan ekosistem ekonomi desa—bukan kebijakan menutup usaha.
 

Sikap Menteri Soal Kopdes
 

Sebelumnya, Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto memang menyampaikan pandangan bahwa jika Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sudah berjalan optimal, maka ekspansi minimarket sebaiknya dihentikan di wilayah desa.
 

Ia menilai koperasi desa perlu ruang tumbuh agar tidak kalah oleh jaringan ritel besar.
 

Senada, Menteri Koperasi Ferry Juliantono juga mengimbau agar tidak ada penambahan gerai baru di pedesaan demi memperkuat Kopdes Merah Putih sebagai pusat ekonomi lokal.
 

Namun hingga kini, tidak ada keputusan resmi DPR untuk menutup gerai Alfamart maupun Indomaret secara nasional.
 

DPR: Jangan Pelintir Pernyataan
 

Lasarus meminta publik tidak terprovokasi oleh unggahan media sosial yang memelintir isi rapat.
 

“Rekaman rapat bisa diakses secara terbuka di laman resmi DPR. Jangan dipelintir seolah DPR ingin menutup ritel modern,” tegasnya.
 

Pesan Komisi V jelas: dorong koperasi desa tumbuh, lindungi pedagang kecil, tapi tetap dalam koridor kebijakan yang adil dan proporsional.
 

Isu penutupan? DPR bilang: itu hoaks.rajamedia

Komentar: