Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Hetifah Sjaifudian Soroti Pemulihan Pascabencana: Pulihkan Martabat Korban!

Laporan: Halim Dzul
Kamis, 01 Januari 2026 | 11:57 WIB
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian - Humas DPR -
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta, Legislator - Penanganan pascabencana dinilai kerap terjebak pada pembangunan fisik semata. Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menegaskan bahwa pemulihan harus bersifat menyeluruh, mencakup aspek sosial, ekonomi, dan yang terpenting: martabat masyarakat terdampak.
 

“Pendekatan tenaga padat karya menjadi strategi penting agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi menjadi pelaku utama dalam proses pemulihan,” tegas Hetifah melalui rilis yang diterima, Kamis (1/1/2026).
 

Menurut politikus Fraksi Golkar ini, dengan melibatkan korban sebagai tenaga kerja dalam rehabilitasi dan rekonstruksi, mereka bisa mendapat penghasilan, mempertahankan ekonomi keluarga, dan sekaligus membangun rasa memiliki terhadap hasil pembangunan kembali wilayahnya.
 

Libatkan Kampus & BRIN, Pemulihan Harus Pakai Basis Data dan Inovasi
 

Hetifah menekankan, pemulihan yang holistik membutuhkan kolaborasi cerdas. Dia menyoroti peran strategis perguruan tinggi dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai mitra kunci.
 

Kampus, menurutnya, bisa turun langsung untuk asesmen kebutuhan, perencanaan yang berkelanjutan, pelatihan keterampilan, hingga dukungan pemulihan psikososial melalui program pengabdian masyarakat.
 

“Keterlibatan dosen dan mahasiswa melalui pengabdian kepada masyarakat menjadikan perguruan tinggi hadir langsung di tengah masyarakat saat dibutuhkan,” tambahnya.
 

Sementara BRIN, sebagai mitra Komisi X, dituntut perannya untuk memastikan seluruh proses berbasis data dan inovasi. Mulai dari pengembangan teknologi tepat guna, pemetaan risiko, sistem peringatan dini, hingga model pembangunan adaptif.
 

Dari Reaktif ke Tangguh Jangka Panjang, Kolaborasi Kunci Utama
 

Hetifah menegaskan pentingnya menghilirisasi hasil riset agar langsung bisa dimanfaatkan di daerah terdampak. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan peneliti dinilainya akan mengubah paradigma penanganan bencana.
 

“Dengan sinergi ini, penanganan pascabencana tidak lagi bersifat reaktif, tetapi menjadi momentum membangun ketangguhan jangka panjang serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” tegasnya.
 

Komisi X DPR RI pun mendorong agar kolaborasi lintas sektor ini menjadi kebijakan tetap yang terintegrasi, berkeadilan, dan berorientasi pada keberlanjutan. Pemulihan diharapkan tak hanya mengembalikan kondisi seperti semula, tetapi melompat lebih baik dan lebih tangguh.rajamedia

Komentar: