Fraksi PKS Tegaskan Kritik Pandji Vitamin Demokrasi: Jangan Mudah Kriminalisasi Ekspresi!
RAJAMEDIA.CO - Jakarta, Legisaltor — Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Kholid angkat bicara soal pelaporan terhadap komika Pandji Pragiwaksono ke kepolisian.
Ia mengajak seluruh pihak untuk melihat persoalan tersebut secara jernih, tenang, dan proporsional, agar demokrasi tidak kehilangan ruang kritiknya.
Menurut Kholid, materi kritik yang disampaikan Pandji dalam acara Mens Rea merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang wajar di ruang publik dan tidak seharusnya disikapi secara berlebihan.
Kritik adalah Vitamin Demokrasi
Kholid menegaskan bahwa kritik justru menjadi elemen penting dalam menjaga kesehatan demokrasi.
“Kritik itu seperti vitamin bagi demokrasi. Kadang rasanya pahit, tidak selalu menyenangkan, tetapi justru dibutuhkan agar demokrasi tetap sehat dan tidak kehilangan arah,” tegasnya.
Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Kota Depok dan Kota Bekasi itu menilai, masyarakat demokratis harus memiliki kedewasaan dalam menerima kritik, termasuk kritik yang disampaikan dengan cara kreatif.
Komedi dan Satire Punya Fungsi Sosial
Menurut Kholid, komedi, satire, dan ekspresi artistik memiliki fungsi sosial yang signifikan dalam kehidupan demokrasi. Ekspresi tersebut bukan ancaman, melainkan mekanisme sosial untuk menyampaikan refleksi dan gagasan.
“Selama tidak mengandung ujaran kebencian, fitnah, atau ajakan kekerasan, ekspresi semacam ini harus dipahami sebagai bagian dari kebebasan berekspresi,” ujarnya.
Ia menambahkan, komedi tidak hanya bertujuan menghibur, tetapi juga berperan menjaga kesehatan mental publik dan membuka ruang dialog yang lebih cair di tengah tekanan sosial.
PKS Minta Kehati-hatian Sikapi Laporan
Sebagai Sekretaris Jenderal DPP PKS, Kholid menyatakan partainya menekankan kehati-hatian dalam menyikapi kritik di ruang publik, khususnya ketika masuk ke ranah hukum.
Menurutnya, setiap proses harus tetap menjunjung prinsip proporsionalitas, keadilan, dan penghormatan terhadap hak konstitusional warga negara, agar tidak memicu kegaduhan yang tidak perlu.
Demokrasi Dewasa, Bukan Mudah Tersinggung
PKS, kata Kholid, berkomitmen untuk terus menjaga kebebasan berekspresi, memperluas ruang dialog yang sehat, dan merawat demokrasi konstitusional yang dewasa serta berkeadaban.
“Indonesia yang kuat adalah Indonesia yang mampu tersenyum, berdialog, dan belajar dari kritik. Bukan Indonesia yang mudah tersinggung dan tergesa-gesa mempersoalkan perbedaan pendapat,” pungkasnya.
Sejalan dengan Pesan Presiden Prabowo
Pandangan Kholid tersebut sejalan dengan sikap Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya menegaskan pentingnya kritik dalam kehidupan demokrasi.
Dalam Perayaan Natal Bersama 2025 pada Selasa, 6 Januari lalu, Presiden menyatakan bahwa kritik justru perlu disyukuri selama tidak berubah menjadi fitnah.
“Kalau saya dikoreksi, saya menganggap saya dibantu, saya diamankan. Kadang-kadang kita tidak suka dikritik, padahal itu justru mengamankan,” ujar Prabowo.![]()
Nasional 6 hari yang lalu
Ekbis | 5 hari yang lalu
Kesehatan | 4 hari yang lalu
Hukum | 4 hari yang lalu
Hukum | 1 hari yang lalu
Hukum | 4 hari yang lalu
Nasional | 4 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Hukum | 3 hari yang lalu
