Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Dari London Prabowo Pantau Banjir Jakarta, Perintahkan Grand Design Pengelolaan Air Nasional

Laporan: Firman
Kamis, 22 Januari 2026 | 21:35 WIB
Presiden Prabowo Subianto - Dok BPMI Setpres -
Presiden Prabowo Subianto - Dok BPMI Setpres -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menunjukkan atensi penuh terhadap persoalan banjir yang kembali melanda Jakarta dan sejumlah wilayah di Pulau Jawa. Meski tengah menjalani lawatan kenegaraan ke Inggris dan Swiss, Kepala Negara terus memantau perkembangan banjir secara intensif dan memberikan arahan langsung kepada jajaran pemerintah untuk segera mengambil langkah strategis dan terkoordinasi.
 

Komitmen tersebut ditegaskan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang menyebut Presiden tidak berhenti melakukan komunikasi dengan jajaran di tanah air sejak dua hari terakhir.
 

“Dalam dua hari ini Bapak Presiden terus memonitor kondisi di dalam negeri dan berkomunikasi dengan jajaran. Seluruh langkah yang kami sampaikan hari ini merupakan arahan langsung dari Presiden,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (22/1/2026).
 

Presiden Perintahkan Tim Khusus dan Grand Design Banjir
 

Prasetyo mengungkapkan, Presiden Prabowo memerintahkan pembentukan tim kajian lintas sektor untuk melakukan analisis menyeluruh terhadap persoalan pengelolaan air nasional. Tim ini ditugaskan menyusun grand design penanganan banjir, khususnya di Pulau Jawa yang menjadi wilayah paling rawan terdampak.
 

“Presiden memerintahkan agar secepat-cepatnya dibentuk tim kajian untuk menganalisis dan menyusun grand design penyelesaian persoalan air dan pengelolaan air, terutama di Pulau Jawa,” jelasnya.
 

Menurut Prasetyo, pendekatan yang diinginkan Presiden tidak bersifat parsial, melainkan menyentuh akar persoalan dari hulu hingga hilir.
 

Jalur Kereta Api Jadi Perhatian Serius
 

Selain kawasan permukiman, Presiden juga menaruh perhatian serius pada gangguan infrastruktur transportasi, khususnya perkeretaapian. Berdasarkan laporan Direktur Utama PT KAI, genangan air di jalur rel terus bertambah.
 

“Dalam satu minggu terakhir terdapat 16 titik genangan di jalur rel, dan kini bertambah menjadi 17 titik,” ungkap Prasetyo.
 

Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung pada mobilitas masyarakat dan perekonomian, sehingga masuk dalam prioritas kajian nasional.
 

Pantura dan Giant Sea Wall Masuk Agenda Besar
 

Lebih jauh, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya penanganan kawasan pesisir utara Pulau Jawa secara komprehensif. Penanganan banjir dinilai tidak bisa dilepaskan dari persoalan rob, penurunan muka tanah, dan tata kelola pantai.
 

“Perhatian Bapak Presiden adalah bagaimana penyelesaian dilakukan dari hulu ke hilir, termasuk kawasan Pantai Utara Jawa, yang selama ini juga terkait dengan rencana besar pengelolaan pantai atau Giant Sea Wall,” pungkas Prasetyo.
 

Arahan ini menandai keseriusan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo untuk mengakhiri pola penanganan banjir yang bersifat tambal sulam, menuju kebijakan jangka panjang yang terintegrasi dan berkelanjutan.rajamedia

Komentar: