Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Belajar ke Turki, Komisi VIII DPR Genjot Pemberdayaan Perempuan hingga Era AI

Laporan: Halim Dzul
Kamis, 02 Juli 2026 | 19:00 WIB
Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang saat menerima menerima delegasi Parlemen Turki bersama Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI di Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (2/7/2026). - Humas DPR -
Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang saat menerima menerima delegasi Parlemen Turki bersama Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI di Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (2/7/2026). - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO – Jakarta, Parlemen – Komisi VIII DPR RI membuka peluang kerja sama strategis dengan Parlemen Turki untuk memperkuat pemberdayaan perempuan di Indonesia. Fokusnya bukan hanya soal kesetaraan gender, tetapi juga mendorong perempuan lebih berdaya di era ekonomi digital dan kecerdasan buatan (AI).
 

Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang mengatakan pengalaman Turki dalam memperjuangkan hak-hak perempuan layak menjadi rujukan bagi Indonesia, terutama untuk mempercepat pemenuhan hak perempuan di daerah tertinggal.
 

"Pengalaman Turki tentang pemberdayaan perempuan, mereka sekarang sudah sampai di posisi kesetaraan mendapatkan hak-hak kecerdasan buatan. Posisi apa saja yang menjadikan kemampuan perempuan Turki untuk berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat dan bernegara," kata Marwan usai menerima delegasi Parlemen Turki bersama Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI di Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (2/7/2026).
 

Kesetaraan Gender Jadi Agenda Bersama
 

Marwan menegaskan, pertemuan tersebut sangat relevan dengan ruang lingkup tugas Komisi VIII DPR RI yang membidangi pemberdayaan perempuan dan perlindungan kelompok rentan.
 

Dalam dialog itu, DPR RI juga memaparkan berbagai regulasi yang telah dimiliki Indonesia untuk menjamin hak-hak perempuan dan mendorong kesetaraan gender.
 

"Pembahasan ini memang sejalan dengan tugas Komisi VIII. Kami menjelaskan bagaimana perjuangan Parlemen Indonesia dalam memperkuat hak-hak perempuan melalui berbagai undang-undang yang sudah ada," ujar politikus Fraksi PKB tersebut.
 

Pemberdayaan, Pendidikan hingga Advokasi
 

Marwan melihat banyak peluang kerja sama yang bisa dikembangkan antara Indonesia dan Turki.
 

Menurutnya, kolaborasi tidak hanya menyentuh aspek pemberdayaan perempuan, tetapi juga penguatan pendidikan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga advokasi kebijakan yang berpihak kepada perempuan.
 

"Ada beberapa bidang yang bisa dikerjasamakan. Mulai dari pemberdayaan, pendidikan, sampai advokasi. Tentu pembicaraan ini tidak bisa selesai hanya dalam satu pertemuan," katanya.
 

Komisi VIII Siap Belajar Langsung ke Turki
 

Sebagai tindak lanjut, Komisi VIII DPR RI berharap dapat melakukan kunjungan balasan ke Turki untuk mempelajari secara langsung berbagai pusat pemberdayaan perempuan dan lembaga pendidikan yang telah berkembang di negara tersebut.
 

Marwan optimistis pengalaman Turki dapat menjadi inspirasi dalam mempercepat peningkatan kualitas hidup perempuan Indonesia, khususnya di wilayah tertinggal.
 

"Mudah-mudahan kami bisa segera mengunjungi Turki, melihat pusat-pusat pemberdayaan maupun pendidikan di sana. Pengalaman mereka akan kami diskusikan di Komisi VIII agar dapat mempercepat pemenuhan hak-hak perempuan, terutama di daerah tertinggal," ujarnya.
 

Perempuan dan Anak Saat Bencana Jadi Fokus
 

Tak hanya soal kesetaraan gender, kedua parlemen juga menemukan kesamaan perhatian dalam perlindungan perempuan dan anak saat terjadi bencana.
 

Marwan menyebut isu tersebut penting karena Komisi VIII DPR RI merupakan mitra kerja Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
 

"Ketika bencana terjadi, perempuan dan anak menjadi kelompok yang paling membutuhkan perlindungan. Di sini kita memiliki perhatian yang sama dengan Parlemen Turki," tuturnya.
 

Turki Tawarkan Kolaborasi di Era Digital
 

Sementara itu, Ketua Komisi Kesetaraan Peluang bagi Perempuan dan Laki-laki Parlemen Turki, Çiğdem Erdoğan, menegaskan negaranya siap mempererat kerja sama dengan Indonesia.
 

Menurutnya, kolaborasi akan diarahkan pada pemberdayaan perempuan di sektor ekonomi digital dan kecerdasan buatan agar perempuan memiliki kesempatan yang setara dalam menghadapi transformasi global.
 

"Akan ada banyak kerja sama antara Indonesia dan Turki, khususnya memberdayakan perempuan di ekonomi digital dan kecerdasan buatan untuk menjaga hak-hak perempuan. Setelah ini kami akan membuat langkah konkret guna meningkatkan hubungan kerja sama dengan Indonesia," katanya.
 

Çiğdem juga menyampaikan undangan terbuka kepada Komisi VIII DPR RI dan GKSB DPR RI untuk berkunjung ke Turki sebagai tindak lanjut pembahasan kedua parlemen.
 

"Kami akan sangat senang menerima kunjungan Komisi VIII DPR RI dan GKSB Turki-Indonesia kapan pun," tutupnya.
 

RAJA MEDIA | Parlemen 2026rajamedia

Komentar: