Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Parlemen Iran Setujui RUU Larang Kapal AS-Israel Lewat Selat Hormuz

Laporan: Tim Redaksi
Senin, 10 Agustus 2026 | 11:56 WIB
Foto ilustrasi - RMN -
Foto ilustrasi - RMN -

RAJAMEDIA.CO – Tehran - Ketegangan di sekitar Selat Hormuz kembali meningkat. Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran menyetujui rancangan undang-undang (RUU) yang melarang kapal milik Amerika Serikat (AS) dan Israel melintas di jalur perairan strategis tersebut.
 

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur penting perdagangan dan energi dunia. Rencana regulasi baru Iran berpotensi memperketat kontrol terhadap lalu lintas kapal yang melintasi kawasan tersebut.
 

Kapal AS dan Israel Dilarang Melintas
 

Lembaga penyiaran pemerintah Iran, IRIB, melaporkan pada Minggu (9/8/2026), RUU tersebut disusun dengan alasan untuk menjamin keamanan dan pembangunan berkelanjutan di Selat Hormuz.
 

Dalam rancangan aturan itu, akses pelayaran akan ditutup bagi negara-negara yang dikategorikan sebagai pihak bermusuhan dengan Iran.
 

Dengan demikian, kapal yang dimiliki atau terkait dengan AS dan Israel menjadi sasaran utama ketentuan tersebut.
 

Kapal Pembawa Muatan Israel Terancam Denda
 

RUU tersebut tidak hanya mengatur larangan pelayaran bagi kapal dari negara tertentu.
 

Iran juga menyiapkan sanksi finansial terhadap kapal asing lainnya yang mengangkut muatan yang berkaitan dengan Israel.
 

Kapal asing dilarang membawa muatan militer maupun sipil yang terhubung dengan Israel. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat dikenai denda hingga 20 persen dari total nilai muatan yang diangkut.
 

Ketentuan tersebut menunjukkan bahwa Iran tidak hanya ingin mengatur siapa yang boleh melintas, tetapi juga memperketat pengawasan terhadap jenis muatan yang dibawa melalui jalur strategis tersebut.
 

Iran Ambil Kendali Pengaturan Hormuz
 

Berdasarkan draf RUU, otoritas untuk mengatur pelayaran, memantau lalu lintas kapal, serta menjamin keamanan di Selat Hormuz dan Teluk Persia akan berada di bawah kendali Pemerintah Iran.
 

Dalam pelaksanaannya, pemerintah akan bekerja sama dengan angkatan bersenjata nasional.
 

Langkah tersebut menegaskan posisi Tehran yang ingin memiliki kontrol lebih besar terhadap jalur perairan strategis di kawasan tersebut.
 

Muncul Saat Trump Klaim Kesepakatan Damai Hampir Tercapai
 

Perkembangan legislasi di Tehran muncul di tengah pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai kemungkinan berakhirnya konflik dengan Iran.
 

Pada akhir pekan lalu, Trump mengklaim telah membatalkan rencana serangan berskala besar terhadap Iran.
 

Trump juga menyebut kesepakatan damai yang berpotensi membuka kembali Selat Hormuz dan menghentikan ambisi nuklir Iran hampir tercapai.
 

Namun, perkembangan terbaru dari parlemen Iran menunjukkan bahwa Tehran masih mengambil langkah untuk memperkuat posisi hukumnya terkait pengelolaan jalur strategis tersebut.
 

Iran dan Oman Capai Kesepakatan Rute
 

Di tengah ketegangan dengan Washington, Iran justru melanjutkan komunikasi dengan Oman terkait pelayaran di Selat Hormuz.
 

Kementerian Luar Negeri Iran mengonfirmasi bahwa Pemerintah Iran dan Oman telah mencapai kesepakatan mengenai rincian geografis rute perlintasan kapal yang akan melintasi Selat Hormuz.
 

Kesepakatan tersebut menjadi perkembangan penting karena menunjukkan adanya jalur diplomasi untuk menjaga lalu lintas pelayaran, meski posisi Iran terhadap AS dan Israel tetap tegas.
 

Hormuz Jadi Titik Panas Geopolitik
 

Langkah parlemen Iran tersebut berpotensi menambah tekanan terhadap situasi keamanan di Selat Hormuz.
 

Di satu sisi, Tehran memperketat aturan dan memperkuat kontrol terhadap jalur perairan tersebut. Di sisi lain, komunikasi dengan Oman menunjukkan masih adanya upaya mencari mekanisme agar pelayaran tetap dapat berlangsung.
 

Kini, perhatian dunia tertuju pada perkembangan RUU tersebut dan bagaimana respons AS serta negara-negara yang memiliki kepentingan perdagangan di salah satu jalur pelayaran paling strategis dunia itu.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: