Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Charles Honoris Dukung Dokter Terbang Prabowo, Tapi Ingatkan Kesejahteraan Nakes

Laporan: Halim Dzul
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:12 WIB
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris - Hummas DPR -
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris - Hummas DPR -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Rencana Presiden Prabowo Subianto menghadirkan program dokter terbang dan ambulans udara untuk menjangkau masyarakat di wilayah terpencil mendapat sambutan positif dari Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris.
 

Charles menilai terobosan tersebut dibutuhkan untuk mengatasi ketimpangan akses layanan kesehatan, terutama di daerah yang masih kekurangan fasilitas kesehatan maupun tenaga medis.
 

Hal itu disampaikan Charles usai Rapat Paripurna DPR RI dalam rangka Penyampaian Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
 

Akses Kesehatan di Daerah Masih Jadi Tantangan
 

Charles mengatakan persoalan layanan kesehatan di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan keberadaan rumah sakit, tetapi juga ketersediaan tenaga kesehatan yang memadai.
 

Menurutnya, masih banyak masyarakat di daerah yang harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pelayanan medis.
 

“Tentu kita menyambut baik, karena hari ini kita menyadari bahwa fasilitas kesehatan termasuk kebutuhan tenaga kesehatan dan tenaga medis masih jauh dari kata memadai,” ujar Charles.
 

Karena itu, ia menilai program dokter terbang dapat menjadi salah satu solusi untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau.
 

"Jangan Lupakan Kesejahteraan Nakes"
 

Meski mendukung rencana tersebut, Charles mengingatkan pemerintah agar penguatan layanan kesehatan tidak berhenti pada pembangunan fasilitas maupun peluncuran program baru.
 

Menurutnya, anggaran kesehatan dan kesejahteraan tenaga kesehatan juga harus menjadi perhatian utama.
 

Charles mengaku masih menerima sejumlah keluhan dari tenaga kesehatan, termasuk ASN di berbagai daerah, terkait tunjangan yang mengalami pengurangan atau bahkan belum diterima selama beberapa bulan.
 

“Ke depan fasilitas kesehatan kita perbaiki, layanan kepada publik kita perbaiki tetapi jangan melupakan kesejahteraan bagi tenaga kesehatan dan tenaga medis,” tegasnya.
 

Kesejahteraan Nakes Berpengaruh ke Pelayanan
 

Charles menilai kondisi tenaga kesehatan memiliki hubungan langsung dengan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
 

Tenaga medis dan tenaga kesehatan membutuhkan lingkungan kerja serta kesejahteraan yang layak agar dapat memberikan pelayanan secara optimal kepada pasien.
 

Karena itu, pemerintah diminta tidak hanya menghitung kebutuhan infrastruktur ketika merancang penguatan sistem kesehatan, tetapi juga memastikan tenaga kesehatan yang menjadi ujung tombak pelayanan mendapatkan perhatian yang memadai.
 

Dokter Terbang Diminta Segera Direalisasikan
 

Charles berharap program dokter terbang dapat segera diwujudkan.
 

Namun, ia meminta pemerintah memastikan seluruh aspek teknis dan operasional dipersiapkan secara matang sebelum program tersebut diterapkan.
 

“Saya berharap ini bisa direalisasikan secepat-cepatnya. Tetapi sekali lagi harus dipastikan apapun program yang dicanangkan termasuk dokter terbang harus dipersiapkan dengan baik. Jangan tergesa-gesa,” ujarnya.
 

Menurut Charles, kecepatan memang penting, tetapi tidak boleh mengorbankan kesiapan program.
 

Belajar dari Program Sebelumnya
 

Charles mengingatkan pemerintah agar mengambil pelajaran dari sejumlah program sebelumnya yang menghadapi persoalan dalam implementasi akibat persiapan yang belum optimal.
 

Menurutnya, percepatan pembangunan layanan kesehatan harus berjalan beriringan dengan perencanaan, penganggaran, kesiapan sumber daya manusia, serta mekanisme pelaksanaan yang jelas.
 

“Jangan tergesa-gesa lalu nanti dijalankan karena tidak ada persiapan yang baik, maka implementasinya kurang ideal,” pungkas politikus Fraksi PDI-Perjuangan tersebut.
 

Prabowo: Ambulans Udara untuk Wilayah Sulit
 

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rencana menghadirkan inovasi layanan kesehatan berupa ambulans udara dan tim dokter terbang.
 

Dalam pidato terkait RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan, Prabowo mengakui masih terdapat keterbatasan layanan kesehatan, terutama di wilayah terpencil.
 

“Untuk itu kita harus mencari terobosan inovatif, salah satu jalan adalah ambulans udara bahkan nanti juga tim dokter terbang,” kata Prabowo.
 

Ambulans udara tersebut dirancang untuk dapat menjangkau wilayah dengan medan sulit, termasuk lapangan rumput, area berpasir, hingga tepi sungai.
 

Jangan Ada Lagi Ibu dan Bayi Kehilangan Nyawa di Perjalanan
 

Prabowo menyoroti laporan mengenai ibu hamil dan bayi yang kehilangan nyawa dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan akibat jarak yang terlalu jauh.
 

Menurut Presiden, kondisi tersebut tidak boleh terus terjadi.
 

Karena itu, inovasi seperti ambulans udara dan dokter terbang diharapkan menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan akses layanan kesehatan tidak lagi ditentukan oleh lokasi geografis masyarakat.
 

Bagi Charles, gagasan tersebut merupakan langkah positif. Namun, keberhasilannya akan sangat bergantung pada kesiapan sistem, pembiayaan, tenaga medis, dan pelaksanaan di lapangan.
 

Layanan kesehatan boleh terbang lebih jauh, tetapi jangan sampai kesejahteraan tenaga kesehatannya tertinggal.
 

RAJA MEDIA — Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: