Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Dari Tanah Suci, KH Muhammad Nuh Bangkitkan Optimisme Kelancaran Haji 2026

Laporan: Zulhidayat Siregar
Selasa, 17 Maret 2026 | 19:05 WIB
Anggota DPD RI KH Muhammad Nuh, MSP.
Anggota DPD RI KH Muhammad Nuh, MSP.

RAJAMEDIA.CO - Jakarta, Haji - Di tengah belum adanya kepastian keberangkatan jamaah haji Indonesia tahun 1447 H/2026 M ini menyusul meletusnya perang di Timur Tengah, anggota DPD RI KH Muhammad Nuh, MSP, memberikan secercah harapan.


Karena berdasarkan pengamatan dan pengalamannya langsung dari Tanah Suci, perang Iran melawan Amerika Serikat-Israel yang kemudian berimbas ke negara-negara teluk termasuk Arab Saudi itu tidak mempengaruhi pelaksanaan ibadah umrah saat ini.


"Sampai sekarang, meskipun heboh di pemberitaan, tapi jamaah umroh dari Indonesia aman-aman saja," jelasnya saat dihubungi Raja Media Network (RMN) sesaat lalu (Selasa, 17/3/2026).


"Sepanjang yang kita amati lah ya, dan semangat kaum muslim dari seluruh dunia, itu umroh berjalan dengan baik. Tidak terasa (efek perang). Mudah-mudahan suasana aman ini bisa terus (beranjut)," sambungnya.


Senator asal Sumatera Utara yang kini sedang berada di Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah umrah ini mengakui bahwa sebelumnya tidak sedikit jamaah umrah asal Indonesia yang menghadapi hambatan efek dari adanya perang tersebut.


Namun dia menekankan, jamaah asal Indonesia yang menemui kendala itu adalah yang penerbangannya transit di Doha (Qatar) atau Abu Dhabi (Uni Emirat Arab). "Kalau (penerbangannya) langsung (ke Arab Saudi) secara umum berjalan (dengan baik)," katanya menekankan.


Tidak Perlu Dibesar-besarkan


Karena itulah, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sumut ini meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Haji dan Umrah untuk membangun komunikasi lebih baik terhadap calon jamaah dengan memprioritaskan memberikan harapan dan semangat.


Sehingga tidak perlu membesar-besarkan adanya kemungkinan penundaan atau pembatalan pelaksanaan ibadah haji tahun ini. "Jadi disemangati (calon jamaah haji). Meskipun kita tentu saja harus siap menghadapi segala kemungkinan. Karena kita juga kan pernah waktu Covid tidak bisa mengirim jamaah," ungkapnya.


Sejalan dengan itu, Ketua PW Persatuan Islam (Persis) Sumut ini pun mengapresiasi Kemenhaj yang terus menyiapkan pelaksanaan ini secara optimal sambil terus berkomunikasi dengan pihak Arab Saudi.


Namun di atas semua itu, dia juga mengingatkan perlunya doa senantiasa dipanjatkan agar pelaksanaan haji tahun ini bisa berjalan dengan baik sesuai harapan bersama.


"Dan mengajak semua pihak berdoa. Karena (usaha) ini bukan hanya berdasarkan kemampuan akal kita, tapi juga yang Maha Kuasa kan Allah Subhanahu Wa Ta'ala (yang menentukan)," demikian KH Muhammad Nuh.


Tiga Skenario


Sebelumnya, dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VIII DPR RI, pihak Kemenhaj telah memaparkan tiga skenario mitigasi pemberangkatan haji 2026 di tengah gejolak di Timur Tengah. "Prinsip utama adalah menjaga keselamatan dan keamanan jemaah haji sebagai prioritas tertinggi,” kata Menhaj Mochamad Irfan Yusuf


Skenario pertama adalah keberangkatan jemaah haji tetap dilaksanakan meskipun konflik berlangsung. Dalam kondisi ini, pemerintah akan melakukan mitigasi jalur udara dengan mengalihkan rute penerbangan ke jalur yang lebih aman serta melakukan diplomasi untuk memperoleh jaminan keamanan bagi jemaah haji Indonesia sebagai pihak non-kombatan.


Skenario kedua adalah kemungkinan Indonesia memutuskan tidak memberangkatkan jemaah haji meskipun Pemerintah Arab Saudi tetap membuka penyelenggaraan haji secara normal. Jika kondisi tersebut terjadi, pemerintah akan melakukan negosiasi agar biaya layanan yang telah dibayarkan jemaah tidak hangus dan dapat digunakan pada musim haji berikutnya.
 

Sementara itu, skenario ketiga adalah apabila pemerintah Arab Saudi sendiri menutup penyelenggaraan ibadah haji karena konflik semakin tidak terkendali. Jika hal itu terjadi, pemerintah akan fokus pada penyelamatan dana layanan yang sudah dibayarkan serta memberikan prioritas keberangkatan pada musim haji berikutnya bagi jemaah yang telah melunasi biaya.


Kloter Pertama Berangkat 22 April


Sebagaimana diketahui, sesuai jadwal, kloter pertama jemaah haji Indonesia sedianya akan berangkat ke Arab Saudi pada 22 April 2026 mendatang.


Pemerintah Arab Saudi ini pun sejauh ini belum pernah menyampaikan terkait kemungkinan penundaan ibadah haji imbas dari adanya perang tersebut.rajamedia

Komentar: