Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Ara Tinjau Rusun Subsidi Raksasa di Meikarta! 141 Ribu Hunian Disiapkan untuk Buruh dan MBR

Laporan: Halim Dzul
Selasa, 26 Mei 2026 | 20:44 WIB
Menteri PKP Maruarar Sirait saat meninjau progres pembangunan rumah susun subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, Selasa (26/5/2026) - Foto: Dok Kementerian PKP -
Menteri PKP Maruarar Sirait saat meninjau progres pembangunan rumah susun subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, Selasa (26/5/2026) - Foto: Dok Kementerian PKP -

RAJAMEDIA.CO — Bekasi — Pemerintah mulai serius mendorong hunian vertikal berskala besar untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
 

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait turun langsung meninjau progres pembangunan rumah susun subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, Selasa (26/5/2026).
 

Peninjauan dilakukan bersama Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata, Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja, serta CEO Lippo Group James Riady.
 

Proyek ini digadang-gadang menjadi salah satu pembangunan rusun subsidi terbesar di Indonesia dengan target sekitar 141 ribu unit hunian.
 

Rusun Subsidi Jadi Solusi Masa Depan
 

Ara menegaskan pembangunan hunian vertikal menjadi jawaban atas tingginya kebutuhan rumah di kawasan perkotaan dan penyangga Jakarta.
 

Harga tanah yang terus melonjak membuat model rumah tapak semakin sulit dijangkau masyarakat berpenghasilan rendah.

“Kita ingin masyarakat berpenghasilan rendah memiliki akses terhadap hunian yang layak, terjangkau, dan dekat dengan pusat aktivitas ekonomi maupun tempat kerja,” ujar Ara.
 

Menurutnya, konsep rusun subsidi kini bukan lagi pilihan alternatif, tetapi sudah menjadi solusi masa depan.
 

Proyek Sudah Masuk Tahap Test Pile
 

Ara memastikan progres pembangunan masih berjalan sesuai jadwal.
 

Saat ini proyek telah memasuki tahap test pile atau pengujian pondasi awal.
 

Dari total kebutuhan 8.600 pile, sebanyak 1.836 pile telah terpasang.
 

“Pembangunan harus berjalan cepat, tapi tetap sesuai aturan dan menjaga kualitas,” tegasnya.
 

Lippo Hibahkan 30 Hektare Lahan
 

Dalam proyek besar ini, Kementerian PKP berperan sebagai regulator atau pembuat kebijakan.

Sementara pembiayaan dan pembangunan dilakukan melalui Danantara, sedangkan pihak Lippo menyediakan lahan hibah seluas 30 hektare untuk tiga lokasi pembangunan.
 

Ara menyebut proyek ini akan menjadi salah satu pusat hunian pekerja terbesar di kawasan industri Bekasi.
 

Ditarget Rampung 2028
 

Pembangunan rusun subsidi Meikarta dimulai sejak Februari 2026 melalui proses land clearing.
 

Groundbreaking dilakukan Maret 2026 dan pembangunan struktur atas dijadwalkan mulai Agustus 2026.
 

Pemerintah menargetkan proyek selesai pada Agustus 2028.
 

Namun Ara menegaskan pemerintah tidak hanya mengejar jumlah unit.
 

“Kita tidak hanya mengejar jumlah unit, tetapi juga kualitas bangunan, fasilitas, akses transportasi, dan lingkungan yang baik,” katanya.
 

Presiden Beri Perhatian Khusus
 

Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata mengatakan proyek rusun subsidi ini mendapat perhatian langsung dari Presiden.
 

Menurutnya, pembangunan hunian rakyat menjadi bagian penting dalam mendorong kesejahteraan masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi nasional.
 

“Kami mendukung langkah percepatan pembangunan hunian rakyat yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
 

James Riady: Kawasan Industri Terbesar Ada di Sini
 

CEO Lippo Group James Riady menyebut kawasan sekitar Meikarta merupakan salah satu kawasan industri terbesar di Asia Tenggara.
 

Sekitar 50 persen industri Indonesia berada di kawasan tersebut dengan ribuan pabrik beroperasi.
 

Karena itu, kebutuhan hunian pekerja dinilai sangat mendesak.

“Kita ingin para pekerja pabrik memiliki hunian yang dekat dengan tempat kerjanya sehingga kualitas hidup mereka menjadi lebih baik,” ujarnya.
 

James juga mengklaim proyek Meikarta dapat memberi kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
 

Menurut hitungan internal perusahaan, proyek ini berpotensi menyumbang sekitar 0,4 hingga 0,8 persen terhadap GDP nasional.
 

Pemkab Bekasi Jamin Perizinan Lancar
 

Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja memastikan seluruh proses perizinan proyek berjalan lancar.
 

Ia menyebut seluruh persyaratan administrasi telah terpenuhi 100 persen dan izin akan segera diterbitkan.
 

“Kami mendukung penuh pembangunan hunian bagi masyarakat karena kebutuhan rumah di Kabupaten Bekasi terus meningkat,” tegasnya.
 

Kolaborasi pemerintah pusat, daerah, BUMN, dan swasta ini diharapkan menjadi model baru percepatan penyediaan hunian rakyat di kawasan industri dan perkotaan.rajamedia

Komentar: