Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Ara-BRI Kebut 60 Ribu Rumah Subsidi, UMKM Genteng Ikut Panen Berkah!

Laporan: Halim Dzul
Selasa, 26 Mei 2026 | 09:32 WIB
Menteri PKP Maruarat Sirait Memberikan keterangan pers usai pertemuan dengan irektur Utama Bank Rakyat Indonesia Hery Gunardi di Gedung BRI I, Jakarta, Senin (25/5/2026) - Foto: Dok. Kementerian PKP -
Menteri PKP Maruarat Sirait Memberikan keterangan pers usai pertemuan dengan irektur Utama Bank Rakyat Indonesia Hery Gunardi di Gedung BRI I, Jakarta, Senin (25/5/2026) - Foto: Dok. Kementerian PKP -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Pemerintah mulai tancap gas memperkuat sektor perumahan rakyat sekaligus memberdayakan UMKM lokal.
 

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bertemu Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia Hery Gunardi di Gedung BRI I, Jakarta, Senin (25/5/2026).
 

Pertemuan itu turut dihadiri Sekda Jawa Barat Herman Suryatman dan Bupati Majalengka Eman Suherman.

Fokus pembahasannya: memperkuat pembiayaan rumah rakyat, mendorong rumah susun subsidi, hingga menghidupkan UMKM pengrajin genteng lewat program gentengisasi di Jawa Barat.
 

KPP BRI Naik Jadi Rp12 Triliun
 

Maruarar atau yang akrab disapa Ara mengungkapkan plafon Kredit Program Perumahan (KPP) BRI resmi naik dari Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun.
 

Artinya, ada tambahan pembiayaan sebesar Rp4 triliun untuk mendukung sektor perumahan rakyat.
 

Hingga kini, realisasi KPP BRI sudah mencapai sekitar 76 persen atau senilai Rp9,2 triliun dengan total 66.328 debitur.
 

Mayoritas penerima berasal dari sisi demand atau masyarakat pembeli rumah.
 

“BRI menjadi bank dengan realisasi KPP tertinggi secara nasional,” ujar Ara.
 

Ia juga memuji agresivitas BRI dalam melakukan sosialisasi program KPP ke masyarakat.
 

FLPP Didorong Masuk Rusun Subsidi
 

Selain KPP, pemerintah dan BRI juga membahas penyaluran FLPP rumah subsidi.
 

Pada 2025, target penyaluran FLPP BRI mencapai 33 ribu unit rumah dan hampir seluruhnya terealisasi.
 

Tahun 2026 target itu melonjak menjadi 60 ribu unit.
 

Namun yang menarik, Ara kini mulai mendorong pembiayaan rumah susun subsidi melalui skema FLPP sebagai solusi keterbatasan lahan di kawasan perkotaan.
 

“Untuk memenuhi target 60 ribu unit FLPP, salah satu opsinya bisa melalui rusun subsidi,” kata Ara.
 

Pemerintah juga meminta BRI melakukan kajian pasar agar pembangunan rusun subsidi benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.
 

Pemerintah Siapkan Skema Rusun Baru
 

Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Sri Haryati menjelaskan pemerintah telah menyiapkan berbagai skema pembangunan rumah susun subsidi.
 

Mulai dari Kerja Sama Pemanfaatan, Bangun Guna Serah, hingga Bangun Serah Guna.
 

Langkah ini disebut menjadi strategi baru pemerintah mempercepat penyediaan hunian di kota-kota besar yang lahannya makin terbatas.
 

Program Gentengisasi Hidupkan UMKM
 

Tak hanya soal rumah subsidi, pertemuan juga membahas program gentengisasi di Jawa Barat yang terhubung dengan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
 

Tahun 2026, program BSPS di Jawa Barat ditargetkan menyentuh 40 ribu rumah.

Artinya, kebutuhan genteng diperkirakan mencapai sekitar 12 juta unit.
 

Ara menegaskan program ini harus menjadi peluang besar bagi UMKM pengrajin genteng lokal.
 

Namun ia mengingatkan kualitas produk tidak boleh diabaikan.
 

“Kita niat membantu UMKM genteng, tapi jangan sampai merugikan konsumen dengan kualitas yang tidak baik,” tegasnya.
 

Karena itu, Kementerian PKP mendorong seluruh pengrajin genteng memiliki sertifikasi SNI.
 

BRI: Kualitas Jadi Kunci Pembiayaan
 

Dirut BRI Hery Gunardi menyatakan dukungan penuh terhadap program pemerintah di sektor perumahan rakyat.
 

Menurutnya, kualitas produk menjadi faktor penting agar UMKM mudah mengakses pembiayaan perbankan sekaligus dipercaya pasar.
 

“Kalau ingin mengakses pembiayaan perbankan tentu kualitas menjadi perhatian,” ujar Hery.
 

Ia memastikan BRI akan terus memperkuat dukungan pembiayaan perumahan melalui berbagai skema yang tersedia.
 

Kolaborasi pemerintah, perbankan, dan UMKM ini diharapkan mampu mempercepat penyediaan hunian layak sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat dari bawah.rajamedia

Komentar: