Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Amran Bongkar Kunci Swasembada! Bantah Manipulasi Data, Produksi Beras Melejit

Laporan: Firman
Minggu, 26 April 2026 | 10:16 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman - Foto: Dok. Bakom RI -
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman - Foto: Dok. Bakom RI -

RAJAMEDIA.CO - Karawang – Pemerintah buka kartu soal lonjakan produksi beras nasional. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memaparkan langsung strategi di balik swasembada beras dan meningkatnya kesejahteraan petani saat sidak terbuka di gudang Perum Bulog, Karawang, Kamis (23/4/2026).
 

Bantah Manipulasi, Data Diakui Dunia
 

Amran menepis isu manipulasi data produksi beras. Ia menegaskan, capaian Indonesia diakui lembaga internasional seperti Food and Agriculture Organization dan United States Department of Agriculture.
 

FAO mencatat produksi beras Indonesia mencapai 35,6 juta ton pada musim tanam 2025/2026. Sementara USDA mencatat 34,6 juta ton—sejalan dengan data Badan Pusat Statistik.
 

“Artinya bukan hanya kita yang bicara, dunia juga mengakui,” tegas Amran.
 

Pompanisasi Jadi Game Changer
 

Salah satu kunci utama lonjakan produksi adalah program pompanisasi. Lahan yang sebelumnya hanya panen sekali, kini bisa dua kali setahun.
 

Dari 1 juta hektare lahan saja, produksi bisa meningkat hingga 5 juta ton Gabah Kering Panen (GKP).
 

“Yang tadinya sekali tanam jadi dua kali. Produksi langsung melonjak,” ujarnya.
 

Cetak Sawah dan Modernisasi Pertanian
 

Selain pompanisasi, pemerintah juga mendorong:
 

1. Pembukaan sawah baru hingga 200 ribu hektare 

2. Pemanfaatan lahan rawa 

3. Penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) modern 

4. Perbaikan kualitas benih 
 

Langkah ini membuat produktivitas pertanian meningkat signifikan.
 

Pupuk Turun, HPP Naik: Petani Tersenyum
 

Untuk kesejahteraan petani, pemerintah menekan biaya produksi dan menaikkan harga jual.
 

Harga pupuk subsidi diturunkan, irigasi diperbaiki, dan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dinaikkan.
 

Hasilnya, petani lebih semangat menanam dan pendapatan meningkat.
 

“115 juta keluarga petani merasakan dampaknya. Daya beli naik,” kata Amran.
 

NTP Rekor, Bukti Kesejahteraan Naik
 

Data BPS mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai 125,45 pada Februari 2026—angka tertinggi sepanjang sejarah.
 

Ini menjadi indikator kuat bahwa kesejahteraan petani ikut terdongkrak seiring peningkatan produksi.
 

Stok 5 Juta Ton, Publik Dipersilakan Cek
 

Tak hanya produksi, stok cadangan beras pemerintah juga tembus 5 juta ton—rekor nasional.
 

Amran bahkan membuka akses bagi publik untuk mengecek langsung ke gudang Bulog di seluruh Indonesia.
 

“Silakan cek. Ini tanggung jawab bersama dan hasil kerja keras kita semua,” pungkasnya.
 

Dari sawah hingga gudang, pemerintah mengklaim rantai pangan kini semakin kuat. Pertanyaannya: apakah capaian ini bisa dijaga, atau hanya jadi puncak sesaat?rajamedia

Komentar: