Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Pangan Melimpah! 9 Komoditas Surplus, Stok Beras Tembus 5 Juta Ton

Laporan: Halim Dzul
Rabu, 22 April 2026 | 06:42 WIB
Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa - Foto: Dok RRI -
Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa - Foto: Dok RRI -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta – Kabar segar dari sektor pangan nasional. Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan mayoritas komoditas utama dalam kondisi aman—bahkan surplus.
 

Sinyalnya jelas: ketahanan pangan Indonesia sedang berada di jalur kuat.
 

9 Komoditas Aman, Produksi Lampaui Kebutuhan
 

Bapanas mencatat setidaknya sembilan komoditas pangan dalam kondisi surplus:
 

- Beras 

- Jagung 

- Bawang merah 

- Cabai besar & cabai rawit 

- Daging ayam ras 

- Telur ayam ras 

- Minyak goreng 
 

Artinya, produksi nasional bukan hanya cukup—tapi melebihi kebutuhan konsumsi masyarakat.
 

Data Valid, Libatkan Banyak Lembaga
 

Deputi I Bapanas I Gusti Ketut Astawa menegaskan, data ini bukan klaim sepihak.
 

Penghitungan dilakukan bersama Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan Badan Pusat Statistik (BPS).
 

“Produksi kita lebih dari cukup. Ada ketersediaan, ada stok, bahkan ada sisa,” ujarnya.
 

Sinyal Kuat Swasembada Pangan
 

Capaian ini dinilai sejalan dengan target swasembada yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto.
 

Pemerintah terus mendorong peningkatan produksi dan memastikan distribusi berjalan optimal.
 

Cadangan Beras Melejit
 

Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan, cadangan beras pemerintah (CBP) kini mencapai 4,9 juta ton—dan diproyeksikan segera menembus 5 juta ton.
 

Bandingkan dengan 2023 saat El Nino, stok hanya sekitar 1,52 juta ton.
 

Artinya, terjadi lonjakan hingga 221,7 persen.
 

Transparansi Jadi Kunci
 

Bapanas menekankan pentingnya data yang transparan dan berbasis metodologi resmi.
 

Dengan data akurat, pemerintah bisa merespons dinamika pasar lebih cepat—baik saat surplus maupun saat terjadi potensi kekurangan.
 

Surplus pangan adalah kabar baik. Tapi ujian sesungguhnya ada di distribusi dan stabilitas harga. Jika dua hal ini terjaga, Indonesia bukan hanya kuat—tapi siap mandiri pangan.rajamedia

Komentar: