Stok Beras RI Tembus 5 Juta Ton! Rajiv Jalan Menuju Swasembada Makin Terbuka
RAJAMEDIA.CO — Jakarta, Legislator — Kabar besar datang dari sektor pangan nasional. Cadangan Beras Pemerintah (CBP) resmi menembus angka 5 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv menyebut capaian ini sebagai sinyal kuat bahwa ketahanan pangan nasional semakin kokoh di tengah ancaman krisis global.
“Presiden Prabowo memberi target empat tahun untuk swasembada beras, tetapi Menteri Pertanian hanya membutuhkan waktu sekitar 1,5 tahun untuk mewujudkannya. Ini luar biasa,” ujar Rajiv, Rabu (29/4/2026).
Produksi Melimpah, Stok Aman Hingga 324 Hari
Rajiv mengungkapkan, produksi beras nasional saat ini mencapai sekitar 5,7 juta ton per bulan.
Dengan angka tersebut, Indonesia dinilai berada dalam kondisi aman bahkan memiliki cadangan pangan yang cukup hingga 324 hari ke depan.
“Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian dan ancaman gangguan pangan, kita justru aman karena memiliki cadangan pangan yang berlimpah,” tegasnya.
Program Kementan Mulai Berbuah
Menurut Rajiv, capaian ini tidak datang tiba-tiba. Ada sejumlah program strategis yang mulai menunjukkan hasil nyata, antara lain:
1. Ekstensifikasi dan optimalisasi lahan sawah
2. Penyediaan benih unggul
3. Bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan)
4. Subsidi pupuk
5. Penguatan hilirisasi pertanian dan peternakan
Seluruh program tersebut dinilai berhasil mendorong lonjakan produksi pangan nasional.
Jalan ke Swasembada Makin Cepat
Dengan stok besar dan produksi tinggi, peluang Indonesia mencapai swasembada beras semakin terbuka lebar.
Bahkan, target yang semula dipatok empat tahun kini disebut bisa dipercepat hanya dalam waktu sekitar 1,5 tahun.
DPR Ingatkan Ancaman El Nino
Meski optimistis, Rajiv mengingatkan pemerintah agar tidak terlena.
Ancaman perubahan iklim, terutama fenomena El Nino, bisa menjadi ujian serius bagi produksi pertanian nasional.
“Tahun ini Kementan harus siap dan tidak lengah menghadapi El Nino berupa kemarau panjang yang lebih kering,” ujarnya.
Prestasi Harus Dijaga, Risiko Harus Diantisipasi
Rajiv menegaskan, capaian besar ini harus dijaga secara berkelanjutan.
Pemerintah diminta terus memperkuat strategi mitigasi agar sektor pangan tetap stabil di tengah dinamika global dan perubahan iklim.
Pesan DPR: Jangan Puas Dulu
Stok melimpah memang kabar baik. Tapi bagi DPR, ini baru langkah awal.
Tantangan ke depan lebih berat: menjaga konsistensi produksi, menghadapi iklim ekstrem, dan memastikan pangan tetap terjangkau bagi rakyat.![]()
Nasional 5 hari yang lalu
Parlemen | 2 hari yang lalu
Hukum | 6 hari yang lalu
Politik | 3 hari yang lalu
Daerah | 5 hari yang lalu
Ekbis | 6 hari yang lalu
Keamanan | 6 hari yang lalu
Parlemen | 5 hari yang lalu
Daerah | 4 hari yang lalu
Ekbis | 5 hari yang lalu