Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Stok Beras RI Tembus 5 Juta Ton! Rajiv Jalan Menuju Swasembada Makin Terbuka

Laporan: Halim Dzul
Kamis, 30 April 2026 | 19:34 WIB
Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv - Humas DPR -
Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta, Legislator — Kabar besar datang dari sektor pangan nasional. Cadangan Beras Pemerintah (CBP) resmi menembus angka 5 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
 

Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv menyebut capaian ini sebagai sinyal kuat bahwa ketahanan pangan nasional semakin kokoh di tengah ancaman krisis global.
 

“Presiden Prabowo memberi target empat tahun untuk swasembada beras, tetapi Menteri Pertanian hanya membutuhkan waktu sekitar 1,5 tahun untuk mewujudkannya. Ini luar biasa,” ujar Rajiv, Rabu (29/4/2026).
 

Produksi Melimpah, Stok Aman Hingga 324 Hari
 

Rajiv mengungkapkan, produksi beras nasional saat ini mencapai sekitar 5,7 juta ton per bulan.
 

Dengan angka tersebut, Indonesia dinilai berada dalam kondisi aman bahkan memiliki cadangan pangan yang cukup hingga 324 hari ke depan.
 

“Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian dan ancaman gangguan pangan, kita justru aman karena memiliki cadangan pangan yang berlimpah,” tegasnya.
 

Program Kementan Mulai Berbuah
 

Menurut Rajiv, capaian ini tidak datang tiba-tiba. Ada sejumlah program strategis yang mulai menunjukkan hasil nyata, antara lain:
 

1. Ekstensifikasi dan optimalisasi lahan sawah 

2. Penyediaan benih unggul 

3. Bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) 

4. Subsidi pupuk 

5. Penguatan hilirisasi pertanian dan peternakan 
 

Seluruh program tersebut dinilai berhasil mendorong lonjakan produksi pangan nasional.
 

Jalan ke Swasembada Makin Cepat
 

Dengan stok besar dan produksi tinggi, peluang Indonesia mencapai swasembada beras semakin terbuka lebar.
 

Bahkan, target yang semula dipatok empat tahun kini disebut bisa dipercepat hanya dalam waktu sekitar 1,5 tahun.
 

DPR Ingatkan Ancaman El Nino
 

Meski optimistis, Rajiv mengingatkan pemerintah agar tidak terlena.
 

Ancaman perubahan iklim, terutama fenomena El Nino, bisa menjadi ujian serius bagi produksi pertanian nasional.
 

“Tahun ini Kementan harus siap dan tidak lengah menghadapi El Nino berupa kemarau panjang yang lebih kering,” ujarnya.
 

Prestasi Harus Dijaga, Risiko Harus Diantisipasi
 

Rajiv menegaskan, capaian besar ini harus dijaga secara berkelanjutan.
 

Pemerintah diminta terus memperkuat strategi mitigasi agar sektor pangan tetap stabil di tengah dinamika global dan perubahan iklim.
 

Pesan DPR: Jangan Puas Dulu
 

Stok melimpah memang kabar baik. Tapi bagi DPR, ini baru langkah awal.
 

Tantangan ke depan lebih berat: menjaga konsistensi produksi, menghadapi iklim ekstrem, dan memastikan pangan tetap terjangkau bagi rakyat.rajamedia

Komentar: