Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

DPR Sentil Pemerintah! Bantuan Pangan Macet, Harga Beras & Minyak Goreng Ikut Meledak

Laporan: Halim Dzul
Kamis, 30 April 2026 | 07:06 WIB
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman - Humas DPR -
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta, Legislator — Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman menyoroti keras tersendatnya realisasi bantuan pangan (Banpang) periode Februari dan Maret 2026. Keterlambatan itu dinilai ikut memicu kenaikan harga beras, minyak goreng, hingga gula di berbagai daerah.
 

Menurut Alex, bantuan pangan seharusnya menjadi tameng pemerintah menjaga daya beli masyarakat. Namun yang terjadi justru distribusi berjalan lambat.
 

“Seharusnya, daerah yang mengalami kenaikan harga ini tak bertambah signifikan, jika Banpang mampu menuntaskan beban tugasnya,” kata Alex di Jakarta, Rabu (29/4/2026).
 

Baru Tersalur 23,46 Persen
 

Alex mengungkapkan, total alokasi bantuan pangan untuk masyarakat sebenarnya sangat besar, yakni:
 

- 664,8 ribu ton beras 

- 132,9 ribu kiloliter minyak goreng 

- Untuk 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) 
 

Namun hingga kini, realisasi penyalurannya baru mencapai 23,46 persen.
 

Artinya, jutaan keluarga yang seharusnya menerima bantuan belum merasakan manfaat program tersebut.
 

Harga Minyak Goreng Naik di 224 Daerah
 

Dampak keterlambatan mulai terlihat di pasar.
 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) minyak goreng terjadi di 224 kabupaten/kota pada pekan keempat April 2026.
 

Angka itu meningkat dibanding pekan sebelumnya yang tercatat di 207 kabupaten/kota.
 

Ini menandakan tekanan harga pangan makin meluas.
 

DPR Tolak Alasan Harga Plastik Naik
 

Alex juga menolak alasan lambatnya distribusi akibat kenaikan harga kemasan plastik karena krisis global.
 

Menurutnya, alasan itu tidak masuk akal karena lonjakan harga plastik baru terjadi pada akhir April, sementara bantuan pangan untuk Februari dan Maret seharusnya sudah lama disalurkan.
 

“Harga plastik baru melonjak naik dalam pekan-pekan terakhir April 2026 ini. Sementara jumlah penerimanya kan sudah ditentukan untuk periode Februari dan Maret 2026,” tegasnya.
 

Jangan Cuci Tangan
 

Ketua Panja Alih Fungsi Lahan Komisi IV DPR itu meminta pemerintah tidak melempar kesalahan ke faktor lain.
 

“Artinya, tak tepat juga cuci tangan kegagalan dalam penyaluran ini, dengan alasan kenaikan harga kemasan plastik yang baru terjadi dalam pekan-pekan terakhir April ini,” katanya.
 

Beras, Minyak, Gula Jadi Alarm Bahaya
 

Selain minyak goreng, tekanan harga juga mulai menjalar ke komoditas lain seperti beras dan gula.
 

Alex menilai kondisi ini harus dibaca sebagai alarm serius bagi pemerintah.
 

“Naiknya harga beras dan minyak goreng, kemudian disusul gula merupakan alarm bagi pemerintah untuk segera berbenah,” ujarnya.
 

DPR Minta Pemerintah Turun ke Lapangan
 

Alex meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret:
 

1. Percepat distribusi bantuan pangan 

2. Jaga pasokan pasar 

3. Kendalikan harga kebutuhan pokok 

4. Jangan hanya mengandalkan laporan meja kantor 
 

“Cermatlah membaca data perkembangan di lapangan, tak sekadar data-data yang disampaikan staf di meja kerja,” pungkasnya.rajamedia

Komentar: