Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Alarm dari DPR: Penerbang TNI AL Butuh Anggaran “Napas Panjang”!

Laporan: Halim Dzul
Kamis, 16 April 2026 | 08:44 WIB
Anggota Komisi I DPR RI, Desy Ratnasari - Humas DPR -
Anggota Komisi I DPR RI, Desy Ratnasari - Humas DPR -

RAJAMEDIA.CO — Sidorjo, Kunker — Komisi I DPR RI tak mau setengah-setengah bicara pertahanan. Saat kunjungan kerja ke Puspenerbal di Sidoarjo, sinyal tegas dilontarkan: tanpa dukungan anggaran yang berkelanjutan, kesiapan penerbang TNI AL bisa terganggu.
 

Anggota Komisi I DPR RI, Desy Ratnasari, menekankan bahwa kekuatan militer tak cukup hanya dengan kebijakan di atas kertas.
 

Tak Cukup Kebijakan, Anggaran Jadi Penentu
 

Desy menyebut, kesiapan penerbang sangat bergantung pada siklus pelatihan dan sertifikasi yang tak murah—bahkan harus bertaraf internasional.
 

“Setiap penerbang harus mengikuti sertifikasi dan pelatihan berkala. Semua itu butuh anggaran yang tidak sedikit,” tegasnya, Rabu (15/4/2026).
 

Artinya, tanpa komitmen anggaran jangka panjang, kualitas SDM penerbang bisa ikut terdampak.
 

Fakta Lapangan: 6 Pesawat, Hanya 2 Siap Terbang
 

Sorotan tajam juga diarahkan pada kondisi alat utama sistem persenjataan (alutsista). Dari satu jenis pesawat yang berjumlah enam unit, hanya dua yang dinyatakan laik terbang.
 

Empat lainnya? Masih dalam proses perawatan.
 

Kondisi ini dinilai menjadi alarm serius bagi kesiapan operasional.
 

Perawatan Tak Boleh Putus, Butuh Dana Konsisten
 

Menurut Desy, perawatan alutsista bukan pekerjaan sekali jadi. Harus dilakukan rutin dan berkelanjutan.
 

Jika anggaran tersendat, maka kesiapan armada juga ikut tersendat.
 

“Perawatan ini harus sustain, tidak boleh terputus,” ujarnya.
 

Renstra Sudah Ada, Tinggal Didukung
 

Komisi I DPR RI juga menyoroti rencana strategis (renstra) yang telah disusun Puspenerbal. Dokumen itu dinilai sudah jelas memetakan kebutuhan—tinggal bagaimana pemerintah memberikan dukungan nyata.
 

DPR pun berjanji akan terus mengingatkan pihak terkait:
 

1. Menteri Pertahanan 

2. Panglima TNI 

3. Kepala Staf Angkatan Laut 
 

Pertahanan Kuat Butuh Komitmen Nyata
 

Pesan Desy lugas: pertahanan negara bukan hanya soal wacana, tapi soal keberanian mengalokasikan anggaran secara konsisten.
 

Jika ingin penerbang TNI AL selalu siap menjaga langit dan laut Indonesia, maka dukungan politik anggaran harus terus mengalir.
 

Taruhannya: Kedaulatan Negara
 

Di balik angka-angka anggaran, ada satu hal besar yang dipertaruhkan—kedaulatan NKRI.
 

Dan bagi DPR, itu bukan sesuatu yang bisa ditawar.rajamedia

Komentar: