197 Titik Lahan Huntap Disiapkan, Pemulihan Korban Bencana Sumatra Dikebut
RAJAMEDIA.CO - Aceh, Perumahan Rakyat - Pemerintah mempercepat langkah pemulihan pascabencana di Sumatra. Sebanyak 197 titik lahan hunian tetap (huntap) disiapkan untuk memastikan masyarakat terdampak segera memiliki tempat tinggal yang aman, layak, dan berkelanjutan.
Huntap untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkapkan, ratusan titik lahan huntap tersebut akan dibangun di tiga provinsi terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Di Sumatra Utara, pembangunan huntap direncanakan tersebar di 16 lokasi dengan luas lahan mencapai 58 hektare. Sementara di Sumatra Barat, terdapat 28 lokasi dengan total luas sekitar 53 hektare.
Aceh Dominan, Daya Tampung Capai 28 Ribu Rumah
Maruarar menjelaskan, Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan alokasi lahan relokasi terbesar. Tercatat, terdapat 153 titik lahan usulan relokasi dengan luas total mencapai 473,09 hektare.

“Total daya tampung rumah yang dapat terbangun sebanyak 28.311 unit. Dari hasil verifikasi, sebanyak 24 titik lahan telah dinyatakan layak,” ujar Maruarar usai arpat koordinasi (rakor) Satgas Pemulihan Pascabencana DPR bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Pemerintah di Banda Aceh, Sabtu (10/1/2026).di Jakarta, Sabtu (10/1/2026).
Tahapan Pembangunan Disiapkan Menyeluruh
Menurut Maruarar, penyediaan hunian tetap telah disusun secara komprehensif, mulai dari penetapan lokasi, pendataan by name by address (BNBA), penyusunan desain detail, proses lelang, hingga tahap pembangunan fisik.
Ia menegaskan, lokasi huntap wajib memenuhi tiga kriteria utama, yakni aman dari potensi banjir, tsunami, dan longsor, tidak bermasalah secara hukum, serta dekat dengan pusat aktivitas kehidupan masyarakat.
“Huntap harus dekat dengan ladang, tempat kerja, sekolah, dan pasar agar kehidupan warga bisa pulih secara utuh,” tegasnya.
Target Februari Mulai Pembangunan
Untuk mempercepat pemulihan, Kementerian PKP mengusulkan skema penganggaran yang bersifat akseleratif, termasuk dalam pengadaan barang dan jasa.
“Kami usulkan agar Februari sudah bisa mulai pelaksanaan,” kata Maruarar.
Data per Jumat (9/1/2026) mencatat, total rumah terdampak bencana di tiga provinsi tersebut mencapai 189.308 unit dengan tingkat kerusakan yang beragam. Pemerintah saat ini masih menunggu data final dari Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai dasar pembangunan huntap secara maksimal.
Huntara Dikebut Jelang Ramadhan
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan bahwa percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) menjadi prioritas pemerintah agar warga segera menempati tempat tinggal yang aman.
“Kita juga sedang membangun huntara, total ada 1.606 unit. Targetnya sebelum masuk bulan Ramadhan selesai semua, sesuai arahan BNPB,” ujarnya.
Pembangunan huntara tersebar di sejumlah daerah terdampak. Di Sumatra Utara, sebanyak 431 unit dibangun di Kabupaten Tapanuli Selatan. Di Aceh, pembangunan meliputi 480 unit di Kabupaten Bener Meriah dan 400 unit di Aceh Utara.
Selain itu, pembangunan 211 unit huntara di Pidie Jaya dan 84 unit di Aceh Tamiang telah rampung dan siap dihuni.![]()
Kesehatan | 4 hari yang lalu
Hukum | 5 hari yang lalu
Hukum | 2 hari yang lalu
Nasional | 4 hari yang lalu
Hukum | 4 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Hukum | 4 hari yang lalu
Parlemen | 2 hari yang lalu
