Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Tito Tegaskan Pembersihan Lumpur Sumatra Harus Dipercepat

Laporan: Firman
Minggu, 11 Januari 2026 | 19:44 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian - Tangkapan Layar -
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian - Tangkapan Layar -

RAJAMEDIA.CO - Aceh - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan, pembersihan lumpur pascabencana di wilayah Sumatra tidak boleh ditunda. Langkah cepat dinilai krusial agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan efektif serta tidak memicu bencana susulan.
 

Penegasan itu disampaikan Tito dalam rapat koordinasi (rakor) Satgas Pemulihan Pascabencana DPR bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Pemerintah di Banda Aceh, Sabtu (10/1/2026).
 

Lumpur Tutup Akses Warga dan Aktivitas Ekonomi
 

Tito menjelaskan, endapan lumpur sisa banjir dan longsor telah menutup berbagai akses penting masyarakat. Jika dibiarkan, kondisi tersebut akan memperlambat pemulihan sosial dan ekonomi di daerah terdampak.
 

“Kalau lumpur tidak segera dibersihkan, rehabilitasi dan rekonstruksi akan sulit. Akses mobilitas warga, gang-gang, rumah, toko, semua tertutup,” tegas Tito.
 

DPR Dorong Percepatan Pembersihan
 

Pembersihan lumpur menjadi salah satu temuan utama Satgas Pemulihan Pascabencana DPR. Dalam rekomendasinya, DPR secara tegas meminta pemerintah mempercepat proses tersebut agar pemulihan berjalan menyeluruh.
 

Tito menyatakan sepakat dengan rekomendasi DPR dan menilai langkah tersebut harus menjadi prioritas awal penanganan pascabencana.
 

“Yang pertama, kami sependapat dengan temuan Satgas DPR. Pembersihan lumpur harus dipercepat, baik di daratan maupun di kawasan permukiman,” ujarnya.
 

Sungai Harus Dibersihkan, Cegah Banjir Susulan
 

Tak hanya di daratan, Tito juga menekankan pentingnya pembersihan lumpur di sungai-sungai yang terdampak banjir dan longsor. Endapan sedimen yang tinggi dinilai berpotensi mengganggu aliran air dan memicu banjir baru.
 

Menurutnya, jika sungai tidak segera dinormalisasi, hujan dengan intensitas ringan sekalipun dapat menyebabkan luapan air.
 

“Kalau hujan sedikit saja, airnya tumpah ke kanan-kiri dan timbulkan banjir baru. Sedimentasinya luar biasa banyak dan harus segera dibersihkan,” ungkapnya.
 

Mitigasi Bencana Jadi Prioritas Pemulihan
 

Sebagai Kepala Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, Tito menegaskan bahwa pembersihan lumpur bukan sekadar pemulihan fisik, tetapi juga bagian dari mitigasi bencana ke depan.
 

Langkah cepat dan terkoordinasi lintas sektor diharapkan mampu mempercepat normalisasi wilayah terdampak, sekaligus meminimalkan risiko banjir dan longsor lanjutan di tengah musim penghujan.rajamedia

Komentar: