Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Puasa Rojali-Rohana

Oleh: Abdul Mu’ti
Kamis, 26 Februari 2026 | 09:12 WIB
Mendikdasmen RI, Abdul Mu’ti
Mendikdasmen RI, Abdul Mu’ti

RAJAMEDIA.CO - Rojali-Rohana dalam tulisan ini bukanlah nama orang. Bukan pula pasangan suami-istri. Rojali-Rohana hanyalah akronim. Rojali: Rombongan jarang beli. Rohana: Rombongan hanya nanya/nongkrong.


Akronim Rojali-Rohana merupakan satire atau kritik sosial kecenderungan sebagian masyarakat yang datang ke mal, hanya untuk jalan-jalan, melihat-lihat berbagai produk tapi tidak membeli.


Para pengamat ekonomi menyebut fenomena Rojali-Rohana terjadi karena dua hal. Pertama, lemahnya kondisi ekonomi sehingga masyarakat memilih hidup hemat, berhati-hati,  tidak membeli sesuatu kecuali benar-benar perlu.  Kedua, dampak  bisnis online.


Rojali-Rohana melakukan survei produk sebagai referensi, perbandingan harga, atau kualitas barang. Berdasarkan survei tersebut mereka  membeli produk secara online yang harganya lebih murah. Sebagian,  ujung-ujungnya tidak membeli.


Adakah hubungan Rojali-Rohana dengan puasa? Tidak ada. Rojali-Rohana hanya metafor bagaimana perilaku manusia di bulan Ramadan.


Sebagaimana disebutkan di dalam Hadits, Ramadan adalah bulan puasa, bulan dimana kaum beriman diwajibkan berpuasa. Ramadan dinamakan pula bulan sedekah dimana umat Islam memperbanyak sedekah. Ia dinamai pula bulan ampunan dimana Allah membukakan pintu ampunan dan surga bagi hamba-Nya.


Ramadan disebut bulan  Al-Qur'an. Ada dua makna. Pertama, secara historis, Ramadan adalah bulan diturunkan Al-Qur'an (Qs. Al-Baqarah [2]: 185), sebagai wahyu pertama dan pengangkatan Muhammad sebagai Rasul. Kedua, bulan yang di dalamnya muslim tadarus Al-Qur'an.  Ramadan adalah bulan mulia dan penuh kemuliaan.  


Akan tetapi, kemuliaan bulan Ramadan tidak akan diperoleh apabila manusia tidak mengisi dan mengamalkan. Keutamaan dan pahala puasa Ramadan tidak diperoleh bagi yang tidak menjalankan. Pahala sedekah yang berlimpah tidak diraih mereka yang tidak berbagi kepada sesama.


Ampunan Allah diberikan bagi yang meminta. Petunjuk Al-Qur'an diperoleh bagi yang membaca, memahami, dan mengamalkan. Ramadan tidak bermakna apapun bagi manusia yang  tidak mengamalkan puasa dan ibadah sunah yang sangat dianjurkan seperti salat Tarawih, beritikaf, dan sebagainya.


"Barang siapa berpuasa dengan penuh iman dan ikhlas mengharap ridla Allah, niscaya Allah mengampuni dosa-dosa-dosanya di masa lalu." (HR. Bukhari dari Abu Hurairah RA).  


Mari tunaikan puasa Rojali-Rohana dengan amalan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Rojali: Rombongan salat berjamaah dan mengaji. Rohana: Rombongan bersedekah, berderma untuk sesama.rajamedia

Komentar: