Polri Dinilai Makin Tajam Mendeteksi Modus Baru Sindikat Judi Online
RAJAMEDIA.CO - Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Martin Daniel Tumbelaka, memberikan apresiasi atas pengungkapan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri terhadap sindikat perjudian daring (judi online) yang menggunakan 21 situs dan 17 perusahaan fiktif sebagai penampung dana deposit.
Keberhasilan mengendus modus perusahaan fiktif tersebut, menurut politisi Fraksi Partai Gerindra itu, menunjukkan peningkatan ketajaman Polri dalam melacak modus operandi baru sindikat perjudian yang semakin rapi.
"Keberhasilan mendeteksi 17 perusahaan fiktif yang digunakan sebagai penampung dana ini menunjukkan Polri semakin tajam dalam mengendus taktik pencucian uang sindikat judi online," ujar Martin dalam keterangan tertulisnya,dikutip Senin (12/1/2026).
Ia menilai langkah tegas ini bukan sekadar penegakan hukum rutin, melainkan upaya konkret untuk memutus mata rantai pendanaan yang menjadi urat nadi operasi bandar besar.
Penghancuran Infrastruktur Keuangan Jadi Kunci
Martin menjelaskan bahwa menghancurkan infrastruktur keuangan ilegal merupakan kunci strategis untuk meruntuhkan ekosistem judi online secara keseluruhan di Indonesia. Menurutnya, Polri telah menunjukkan komitmen dengan tidak hanya menyasar pelaku lapangan, tetapi juga sistem pendukung finansialnya.
"Ini bukti Polri tidak main-main. Komitmennya jelas, tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, tetapi juga menghancurkan pendukung finansialnya," kata dia.
Sebagai mitra kerja Polri, Komisi III DPR menegaskan dukungan penuh terhadap instruksi Kapolri untuk terus mengejar aliran dana dan menyita aset para pelaku. Martin mendorong agar upaya pemiskinan terhadap bandar judi online dilakukan tanpa ragu.
"Kejar terus aliran dananya, sita asetnya, dan miskinkan bandarnya. Kami di Komisi III mendukung penuh Polri untuk terus 'gaspol'," tegasnya.
Modus Perusahaan Fiktif untuk Elak Pengawasan
Sebelumnya, Bareskrim Polri mengungkap operasi sindikat besar yang menggunakan belasan perusahaan fiktif untuk mengelola dana deposit dari 21 situs judi online berbeda. Modus ini sengaja dirancang untuk mengelabui sistem pengawasan perbankan dan menyamarkan asal-usul uang dari aktivitas ilegal.
Martin berharap momentum keberhasilan pengungkapan ini dapat dipertahankan untuk menyelamatkan perekonomian masyarakat yang semakin tergerus oleh dampak buruk perjudian digital.
"Bravo untuk Polri. Jangan kendor, terus sikat habis sindikat ini demi masa depan bangsa," pungkas Martin.
Langkah Bareskrim ini dinilai sebagai terobosan penting dalam upaya sistematis penegakan hukum di sektor keuangan digital, seiring dengan maraknya kejahatan transaksi keuangan yang semakin tersamar.![]()
Ekbis | 5 hari yang lalu
Hukum | 5 hari yang lalu
Hukum | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Hukum | 4 hari yang lalu
Nasional | 5 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Hukum | 4 hari yang lalu
Parlemen | 3 hari yang lalu
