15 Ribu Rumah Dibedah! Negara Masuk Perbatasan, Keadilan Mulai Ditegakkan
RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Negara mulai serius menyentuh wilayah terluar. Pemerintah menggelontorkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 15.000 unit rumah di kawasan perbatasan Indonesia tahun ini.
Program “bedah rumah” ini menyasar 17 provinsi di 40 kabupaten/kota—wilayah yang selama ini kerap luput dari sentuhan pembangunan besar.
Tito: Ini Soal Keadilan, Bukan Sekadar Program
Mendagri yang juga Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan langkah ini sebagai bentuk kehadiran negara yang nyata.

“Selama ini belum banyak program yang benar-benar menyentuh perbatasan. Ini soal menghadirkan keadilan,” tegasnya, Kamis (23/4/2026).
Perbatasan Jadi Benteng, Bukan Halaman Belakang
Menurut Tito, kesejahteraan masyarakat perbatasan bukan hanya isu sosial, tapi juga strategis.
Jika masyarakat makmur dan bangga, wilayah perbatasan akan menjadi “buffer zone” kuat menghadapi potensi infiltrasi asing.
Target Naik, Negara Harus Terlihat
Menteri PKP Maruarar Sirait menyebut jumlah 15.000 unit ini meningkat dari rencana awal.
Keputusan itu diambil setelah melihat langsung kondisi rumah warga di perbatasan yang masih jauh dari layak.

“Perumahan ini cara negara menunjukkan kehadiran. Jangan sampai perbatasan kita terlihat tertinggal,” ujarnya.
Bagian dari 400 Ribu Rumah Nasional
Program ini merupakan bagian dari target besar nasional BSPS yang mencapai 400 ribu unit rumah pada 2026.
Fokusnya: memperbaiki rumah tidak layak huni sekaligus mendorong ekonomi lokal.
Data BPS: Masih Ada 85% Rumah Tak Layak
Badan Pusat Statistik memastikan program ini berbasis data, bukan asumsi.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengungkap fakta mencengangkan:
1. Di beberapa wilayah perbatasan, rumah tidak layak huni mencapai 85%
2. Data menggunakan DTSEN untuk memastikan tepat sasaran
Efek Ganda: Hunian Layak, Ekonomi Bergerak
Program ini tak hanya soal memperbaiki rumah.
Dampak yang diincar:
1. Meningkatkan kualitas hidup
2. Menggerakkan ekonomi lokal
3. Mengurangi kesenjangan wilayah
Eksekusi Segera, Verifikasi Dikebut
Pemerintah menargetkan program segera berjalan setelah proses verifikasi data rampung.
Semakin cepat dimulai, semakin cepat masyarakat merasakan manfaatnya.
Perbatasan bukan lagi halaman belakang Indonesia. Dengan program ini, negara mulai hadir di garis terdepan. Jika konsisten, bukan hanya rumah yang berdiri—tapi juga harga diri bangsa.![]()
Politik 1 hari yang lalu
Politik | 5 hari yang lalu
Nasional | 5 hari yang lalu
Opini | 3 hari yang lalu
Peristiwa | 6 hari yang lalu
Opini | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 6 hari yang lalu
Nasional | 6 hari yang lalu
Pendidikan | 3 hari yang lalu