Dasco Tak Panik! Survei SMRC Turunkan Kepuasan Prabowo, Gerindra Pilih Evaluasi
RAJAMEDIA.CO – Jakarta – Hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) memotret penurunan signifikan tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto dalam sembilan bulan terakhir.
Survei yang dilakukan pada 5–19 Juli 2026 itu menunjukkan approval rating Presiden Prabowo turun menjadi 51,1 persen, jauh lebih rendah dibandingkan hasil survei November 2025 yang mencapai 81,2 persen.
Tak hanya itu, tingkat ketidakpuasan publik meningkat tajam dari 16 persen menjadi 46,9 persen.
Elektabilitas Prabowo Disalip Dedi Mulyadi
Dalam simulasi semi terbuka calon presiden, elektabilitas Prabowo juga mengalami penurunan.
Presiden Prabowo memperoleh dukungan di kisaran 14,5 hingga 18,8 persen, sementara posisi teratas ditempati Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan angka 31,4 hingga 35 persen.
Padahal, pada survei November 2025, Prabowo masih berada di posisi pertama dengan elektabilitas 34,9 persen.
Ekonomi, Politik, dan Hukum Jadi Sorotan
SMRC mencatat ada tiga faktor utama yang dinilai memengaruhi turunnya tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah.
Pertama, kondisi ekonomi. Sebanyak 37,9 persen responden menilai kondisi ekonomi nasional saat ini buruk.
Kedua, situasi politik. Sebanyak 42,8 persen responden menilai kondisi politik nasional buruk atau sangat buruk, termasuk dipengaruhi berbagai respons terhadap kritik masyarakat sipil.
Ketiga, penegakan hukum yang dinilai publik belum menunjukkan perbaikan sehingga turut memengaruhi persepsi terhadap kinerja pemerintah secara keseluruhan.
Istana: Survei Bersifat Dinamis
Menanggapi hasil survei tersebut, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari meminta publik melihat hasil survei sebagai potret opini pada waktu tertentu.
Menurutnya, angka kepuasan publik bersifat dinamis dan dapat berubah seiring implementasi berbagai program pemerintah.
Istana optimistis program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kebijakan lainnya akan berdampak positif terhadap persepsi masyarakat.
Pemerintah juga menyatakan masih menunggu hasil survei dari lembaga lain sebagai bahan pembanding.
Dasco: Naik Turun Survei Itu Wajar
Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad merespons hasil survei SMRC dengan tenang.
Menurut Dasco, fluktuasi angka survei merupakan hal yang biasa dalam dinamika politik.
"Naik turun hasil survei itu wajar. Sangat bergantung pada momentum saat survei dilakukan. Antar-lembaga survei juga sering menghasilkan angka yang berbeda," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Gerindra Jadikan Survei Bahan Evaluasi
Meski demikian, Dasco menegaskan Gerindra tidak mengabaikan hasil survei tersebut.
Partainya tengah mempelajari seluruh temuan SMRC maupun lembaga survei lainnya sebagai bahan evaluasi terhadap kebijakan pemerintah.
Menurutnya, hasil survei independen merupakan masukan yang perlu dikaji secara objektif.
Jika Kondisi Lapangan Sama, Pemerintah Harus Bergerak
Dasco menekankan pentingnya membandingkan hasil survei dengan kondisi nyata di tengah masyarakat.
Apabila persoalan ekonomi maupun politik yang tergambar dalam survei memang terjadi di lapangan, pemerintah harus segera melakukan penyesuaian kebijakan.
"Kalau memang hasil kajian menunjukkan kondisi di masyarakat seperti itu, tentu pemerintah harus cepat merespons agar program-program yang dijalankan tetap sesuai dengan kebutuhan rakyat," tegasnya.
Survei Libatkan 749 Responden
Survei SMRC dilaksanakan pada 5–19 Juli 2026 terhadap 749 responden yang memiliki hak pilih.
Survei memiliki margin of error ±3,7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
RAJA MEDIA — Cepat, Tegas, Terpercaya.![]()
Olahraga | 5 hari yang lalu
Parlemen | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Hukum | 4 hari yang lalu
Opini | 5 hari yang lalu
Parlemen | 6 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Parlemen | 3 hari yang lalu
Opini | 4 hari yang lalu